Media Arahbaru
Beranda Olahraga Manchester City Tumbang di Final FA Cup, Guardiola Sindir Permainan Palace

Manchester City Tumbang di Final FA Cup, Guardiola Sindir Permainan Palace

Arah Baru – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyuarakan ketidakpuasannya terhadap strategi yang diterapkan oleh Crystal Palace dalam partai final Piala FA, terutama mengenai lambannya tempo permainan yang dianggap disengaja.

Crystal Palace sukses menorehkan sejarah dengan meraih trofi Piala FA untuk pertama kalinya lewat gol tunggal dari Eberechi Eze.

Kekalahan ini menambah catatan buruk bagi City yang kembali gagal di final, setelah sebelumnya tumbang di tangan Manchester United musim lalu.

Penjaga gawang Palace, Dean Henderson, juga menjadi sorotan. Ia berhasil menahan tendangan penalti dari Omar Marmoush di babak pertama dan sempat menimbulkan kontroversi ketika terlihat menyentuh bola di luar area kotak penalti dalam duel dengan Erling Haaland, namun tetap dibiarkan melanjutkan pertandingan.

Walau Guardiola tetap menyampaikan ucapan selamat kepada Oliver Glasner, pelatih Palace, ia menyindir keras banyaknya waktu yang terbuang selama pertandingan, yang menurutnya mengganggu alur permainan. Guardiola bahkan terlihat terlibat percakapan panas dengan Henderson usai laga berakhir.

Tempo Permainan Lambat, Guardiola Kecewa

Guardiola menyebut Henderson sebagai figur yang paling jelas terlihat memperlambat permainan. Ia menegaskan tidak keberatan jika hal tersebut terjadi di akhir laga, namun mengkritik keras karena hal itu sudah mulai dilakukan bahkan sejak babak tambahan dimulai.

“Dia tetap di tempatnya, kami pun demikian. Saya bisa memahami jika itu terjadi pada menit-menit akhir. Tapi ini sudah dimulai lebih awal,” ujarnya.

“Saya tidak menyalahkan dia atas kekalahan kami. Tapi tentu, ketika ada penambahan waktu hingga sembilan atau sepuluh menit, itu menunjukkan betapa terhambatnya ritme pertandingan.”

Palace Dinilai Tangguh

Meskipun frustrasi, Guardiola tetap mengakui keunggulan Crystal Palace. Ia menilai tim lawan tampil solid dan disiplin dalam bertahan demi menjaga keunggulan mereka.

“Penonton datang untuk menikmati permainan yang aktif dan terbuka. Lihatlah tim seperti Barcelona, mereka tak kenal lelah menyerang ketika tertinggal. Itu adalah bentuk sepak bola yang menarik,” katanya.

Meski memahami strategi yang diambil lawan, Guardiola menekankan bahwa ia selalu mendorong timnya untuk tampil menyerang dan tidak sengaja memperlambat permainan, karena menurutnya, sepak bola seharusnya disuguhkan secara dinamis untuk menghibur publik.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!