Media Arahbaru
Beranda Ekonomi Pemerintah Salurkan Rp156,84 Triliun KUR hingga Juli 2025

Pemerintah Salurkan Rp156,84 Triliun KUR hingga Juli 2025

Arah Baru – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Januari hingga 31 Juli 2025 mencapai Rp156,84 triliun, atau setara 54,56% dari target tahunan sebesar Rp287,47 triliun, dengan jumlah penerima mencapai 2,69 juta debitur.

“Sementara itu, realisasi penyaluran Kredit Alsintan pada periode yang sama telah mencapai Rp24,62 miliar dan disalurkan kepada 34 debitur,” kata Asisten Deputi Pengembangan Usaha BUMN Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Kemenko Perekonomian Bisnis Gunawan Pribadi, dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2025 terkait KUR, di Bali, Selasa (26/8/2025).

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha di bidang pertanian dan industri padat karya.

Untuk sektor pertanian, dorongan difokuskan pada optimalisasi penyaluran Kredit Alsintan guna pembelian alat dan mesin pertanian.

Sementara itu, di sektor industri padat karya, pemerintah mempercepat penyaluran Kredit Industri Padat Karya (KIPK) yang digunakan untuk revitalisasi mesin demi meningkatkan produktivitas industri.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemerintah menegaskan komitmen dalam memperluas akses pembiayaan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara merata, menjangkau sektor-sektor strategis, dan memperkuat pondasi ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan skema pembiayaan baru untuk mendukung sektor perumahan melalui Kredit Program Perumahan, dengan plafon pinjaman mulai dari Rp500 juta hingga Rp5 miliar untuk penyediaan rumah, dan dari Rp10 juta sampai Rp500 juta untuk kebutuhan pembelian rumah.

“Skema ini diharapkan dapat mendukung program prioritas Pemerintah terkait penciptaan tiga juta rumah,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Akses Pembiayaan Sektor Produktif

Pemerintah terus memberikan dukungan untuk memperkuat pembiayaan UMKM lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program KUR senantiasa hadir sebagai bagian dari upaya mendukung berbagai prioritas pemerintah, serta terus berinovasi dan menyesuaikan diri guna menghadapi tantangan di masa depan.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, pemerintah fokus memperkuat akses pembiayaan sektor produktif melalui tiga instrumen utama, yakni KUR, Kredit Alsintan, dan Kredit Industri Padat Karya (KIPK).

“Selain itu, melalui hasil Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM tanggal 3 Juli 2025, ditetapkan juga skema Kredit Program Perumahan untuk mendukung program prioritas pembangunan tiga juta rumah,” ujarnya.

Penyesuaian Kebijakan

Beragam perubahan dalam regulasi dibuat untuk mempermudah pelaku usaha produktif memperoleh pembiayaan dengan bunga ringan lewat berbagai program kredit pemerintah.

Kebijakan juga dirombak supaya pengusaha bisa lebih mudah mendapatkan dana dengan bunga rendah dan persyaratan yang lebih fleksibel.

“Hal ini sejalan dengan misi Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Ferry.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!