Media Arahbaru
Beranda Sosial Budaya Pemerintah Resmikan 166 Sekolah Rakyat untuk Dukung Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Pemerintah Resmikan 166 Sekolah Rakyat untuk Dukung Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Arah Baru – Pemerintah secara resmi membuka 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin (12/1), dengan pusat kegiatan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Momentum peresmian tersebut sekaligus membuka fakta menyedihkan mengenai kondisi sosial dan ekonomi para peserta didik, sebagaimana disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

GusIpul menyampaikan bahwa sebagian besar siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang sangat rendah. Sekitar 60% orang tua siswa menggantungkan hidup sebagai pekerja sektor informal, mulai dari buruh bangunan, buruh tani, nelayan, pengemudi ojek, pencari rumput, hingga pemulung.

“Mereka umumnya berpenghasilan tidak tetap dan 67% berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan,” ungkap Gus Ipul.

Selain itu, sebanyak 65% keluarga siswa menanggung lebih dari empat anggota keluarga. Tercatat pula 454 siswa berasal dari keluarga yang sama sekali belum pernah merasakan pendidikan formal.

“Dua ratus sembilan puluh delapan siswa kita sebelumnya mengalami putus sekolah dan sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda,” ujar Gus Ipul.

Ada yang Korban KDRT

Dalam proses pendataan, Kementerian Sosial menemukan berbagai latar belakang keluarga yang memprihatinkan. Gus Ipul mengungkapkan bahwa sejumlah siswa berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal, bahkan ada yang hidup dalam lingkungan rumah tangga yang tidak aman.

“Banyak anak berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal, bahkan dengan mengalami kekerasan dalam rumah tangga,” tuturnya.

Penelusuran kondisi siswa dilakukan bersama pendamping sosial dari Dinas Sosial daerah serta Badan Pusat Statistik. Menurut Mensos, pendirian Sekolah Rakyat merupakan bagian dari arahan PresidenPrabowoSubianto sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Banyak orang miskin, anaknya miskin, kita harus berani mengubah, kita tidak boleh menyerah pada keadaan,” tegasnya.

Program peresmian 166 Sekolah Rakyat di seluruh provinsi tersebut mendapat dukungan dari Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, serta PT Pos Indonesia.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!