Anies Bertemu Gus Baha Selama 2,5 Jam, Apa yang Dibicarakan?
Arahbaru – Anies Baswedan terkonfirmasi bertemu dengan KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha di pondok pesantren Narukan, Rembang.
Pertemuan dengan Gus Baha itu merupakan bagian dari lawatan Anies ke Rembang Jawa Tengah pada 3 April yang lalu. Dalam lawatannya itu, Anies juga melakukan ziarah di makam RA Kartini dan makan malam di sebuah restoran.
Dilansir dari nongkrong.co, informasi pertemuan dengan Gus Baha itu datang dari salah seorang santri pondok pesantren Narukan. Ia mengatakan bahwa sekitar menjelang Zuhur Anies datang ke pondok disambut oleh Kakak Gus Baha yaitu Gus Mahasin (KH Nasirul Mahasin Nursalim) di pintu gerbang. Setelah itu langsung dibawa ke ruangan tempat tinggal Gus Baha.
Hasil konfirmasi kepada Gus Mahasin, membenarkan kunjungan tersebut. Menurut Gus Mahasin, ini rekor paling lama Gus Baha terima tamu, hingga 2,5 jam.
Rekor pertemuan silaturahmi Gus Baha dengan tokoh bangsa atau ulama tidak pernah lewat dari 2 jam, kebanyakan hanya 1 jam-an.
Pertemuan yang memecahkan rekor terlama ini tentu membuat publik bertanya-tanya apa yang sedang dibicarakan oleh keduanya.
Padahal itu terjadi di siang hari, dimulai dengan Shalat Dhuhur berjamaah di bulan Ramadhan sehingga tanpa selingan makan siang. Jadi 2,5 jam diisi penuh dengan obrolan dan diskusi.
Gus Baha adalah ulama yang beberapa tahun ini banyak menyita perhatian publik, namanya naik daun, popularitasnya meningkat tajam berkat penyampaian ilmunya yang mudah dicerna, mendalam, bahasanya segar, dan penampilannya yang nyeni.
Nyeninya dari kopiah atau songkok berwarna hitam agak ditarik ke belakang sehingga jambul rambut Gus Baha sedikit kelihatan.
Banyak kutipan-kutipan ceramah Gus Baha yang cerdas begitu deras di lini masa media sosial, sedangkan Anies Baswedan adalah seorang intelektual muslim, pernah menjadi rektor Universitas Paramadina, dan sering jadi pembicara di dunia internasional.
Jadi apa yang dibicarakan keduanya hingga pecah rekor terlama hingga 2,5 jam?
Keduanya, baik Gus Baha maupun Anies Baswedan memiliki irisan keilmuan dan keislaman yang mendalam, sehingga secara alamiah banyak terjadi diskusi di dua bidang tersebut yang tentu berasal dari berbagai perenungan yang dalam dan jernih.
Jadi pembicaraan mereka berisi tentang KeIslaman dan Keindonesiaan. Anies Baswedan sebagai intelektual muslim, dan Gus Baha sebagai ulama penting di Indonesia.
Pertemuan keduanya bertepatan di bulan Ramadan yang penuh berkah menjadikan pertemuan dua puncak ilmu ini terasa betul-betul melengkapi khasanah Islam Keindonesiaan.
Dalam pertemuan tersebut Gus Baha didampingi oleh Gus Mahasin, sedangkatan Anies Baswedan didampingi oleh M. Chozin, asistennya.
Gus Mahasin selaku kepala pondok menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan Anies Baswedan.
Pertemuan Anies Baswedan dan Gus Baha ini sebagai rangkaian safari ramadhan Anies Baswedan dalam tajuk tirakat.
Tirakat yang telah dimulai melalui rangkaian silaturahmi dari berbagai pondok pesantren dan para ulama.
Termasuk juga ke Pondok pesantren Langitan serta tirakat dengan berziarah ke makam Sunan Bonang dan Ronggowarsito di Trucuk, Klaten. (*)
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




