Media Arahbaru
Beranda Berita Wukuf di Arafah, Wamenag Doakan Presiden Prabowo dan Masa Depan Indonesia

Wukuf di Arafah, Wamenag Doakan Presiden Prabowo dan Masa Depan Indonesia

Arah Baru – Wakil Menteri Agama, HR Muhammad Syafi’i, menjalani prosesi wukuf di Arafah pada Kamis (5 Juni 2025).

Dalam momen spiritual yang penuh makna tersebut, Romo Syafi’i menyampaikan niat untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto secara khusus.

Ia berharap Presiden beserta seluruh anggota Kabinet Merah Putih senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan dalam mengemban tugas negara, terutama dalam mengarahkan Indonesia menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

“Saya mendoakan kesehatan Pak Prabowo Subianto beserta seluruh aparat pendukungnya, agar dapat mewujudkan cita-citanya, swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi, dan industrialisasi, yang ujungnya adalah tercapainya Indonesia Emas 2045 ,” kata Wamenag Romo Syafi’i di Arafah, Makkah, seperti dikutip dari Antara, Kamis.

Tak hanya itu, Wamenag turut memanjatkan doa agar segala upaya dalam proses pembangunan nasional dijauhkan dari gangguan serius, seperti musibah alam, konflik bersenjata, atau gejolak krisis global yang berpotensi menghambat tercapainya target pembangunan.

“Doa kedua saya adalah agar Allah memberikan pertolongan atas tekad dan cita-cita Bapak Presiden serta cita-cita kita semua, supaya dalam pencapaiannya tidak ada halangan berarti,” kata Wamenag.

Ajak Jemaah Haji Indonesia Jaga Identitas Kebangsaan

Wamenag Romo Syafi’i menyoroti bahwa momen wukuf di Arafah bukan sekadar ritual, melainkan puncak spiritualitas dalam ibadah haji.

Ia menyebutnya sebagai waktu yang sangat tepat untuk memanjatkan doa-doa penting, baik demi kemajuan tanah air maupun demi persaudaraan sesama umat manusia di dunia.

Ia sebelumnya menegaskan bahwa haji bukan hanya kewajiban keagamaan dalam rukun Islam kelima, melainkan juga sarat dengan nilai sejarah dan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme dan mempererat hubungan antarbangsa.

Wamenag turut mengimbau seluruh jamaah haji asal Indonesia agar tetap menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang bermartabat, tanpa melupakan penghormatan terhadap keberagaman budaya dan identitas negara lain.

Selain itu, Romo Syafi’i juga menekankan perlunya memperkuat kepedulian terhadap bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan, seperti Palestina, yang terus berjuang untuk meraih kemerdekaan dan keadilan.

Cuaca Ekstrem, Jemaah Diimbau Tetap di Tenda Arafah

Seperti telah dilaporkan sebelumnya, para jemaah haji melaksanakan prosesi wukuf di Padang Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025. Dalam pelaksanaan puncak ibadah tersebut, para jemaah diimbau untuk tetap berada di dalam tenda saat siang hari guna menghindari paparan panas ekstrem.

“Hasil seminar bersama seluruh pimpinan Amirul Haji di seluruh dunia bahwa, ada ketentuan disampaikan Menteri Haji (Arab Saudi) tidak boleh keluar dari kemah antara jam 10 sampai jam 4 sore karena panasnya sangat ekstrem, bisa lebih dari 50 derajat Celcius,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers, Rabu 4 Juni 2025. 

Selain tidak boleh keluar kemah, jemaah haji juga agar tidak mengunjungi Jabal Rahmah. Pemerintah Arab Saudi akan menyiagakan personel kepolisian untuk menjaga lokasi tesebut. 

“Termasuk tidak boleh mengunjungi Jabal Rahmah, dan itu ada sweeping-nya polisi-polisi di situ nanti,” kata dia.

Lempar Jumrah Jemaah Indonesia Pagi Hari

Mengenai pelaksanaan ritual lempar jumrah, Nasaruddin menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kepada otoritas Arab Saudi agar jemaah Indonesia dapat melaksanakannya di pagi hari.

Meskipun secara ideal ibadah ini dianjurkan dilakukan usai waktu dhuhur, permintaan ini diajukan demi kenyamanan dan keselamatan jemaah.

“Kloter Indonesia untuk melempar (jumroh) itu jam 6 sampai jam 10. Sengaja ini kami minta supaya nanti tidak kena matahari jam 10 ke atas,” ujar dia.

“Ya, kami menyampaikan bahwa memang kalau di dalam riwayat itu, afdhalnya itu atau bukan afdhal, ya biasanya dilakukan Nabi itu sudah salat Zuhur, maka orang menunggu sudah salat Zuhur. Puncak-puncaknya matahari, bisa mendidih otak kita itu kan. Jangan sampai kita menunggu, mengejar sunah tapi gugur wajibnya. Ini wanti wanti saya sampaikan kepada jemaah dan Alhamdulillah jemaah kita itu sangat solid,” dia menandaskan.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!