Asyam Shobir Muyassar: Jejak Inspiratif CEO Muda Lintas Bidang, dari Hukum hingga Teknologi dan Seni Tradisional
Lahir pada 10 April 1999, Asyam Shobir Muyassar bukanlah sekadar nama biasa. Di usianya yang terbilang muda, ia telah mengukir jejak perjalanan hidup yang unik dan inspiratif, melampaui berbagai batasan dan meraih capaian di berbagai bidang.
Dari bangku perkuliahan Universitas Terbuka hingga menjadi pengusaha, aktivis, dan peneliti muda, kisah Asyam adalah cerminan kegigihan, semangat kontribusi, dan keberanian untuk terus berinovasi. Ia membuktikan bahwa usia hanyalah angka ketika semangat untuk belajar dan berkarya terus menyala, menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Perjalanannya menunjukkan bahwa kesuksesan tidak harus diraih melalui jalur konvensional. Dengan memanfaatkan peluang, mengasah beragam talenta, dan berani mengambil risiko, Asyam telah membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah, baik bagi dirinya maupun bagi komunitas yang ia sentuh. Setiap langkahnya, dari pendidikan hingga kiprah bisnis dan sosial, selalu dilandasi oleh visi yang jelas dan keinginan kuat untuk memberikan nilai tambah.
Pengetahuannya di bidang hukum tidak hanya berhenti di bangku kuliah. Asyam aktif menerapkan ilmunya dengan menjadi penulis di berbagai media daring, membahas isu-isu hukum kontemporer yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Ia sering menganalisis kasus-kasus kriminalitas, membahas peran hukum dalam menjaga ketertiban sosial, hingga mengulas implikasi regulasi baru terhadap kehidupan sehari-hari. Kemampuannya mengartikulasikan pandangan hukum secara lugas dan mudah dicerna menjadikannya suara yang diperhitungkan, menunjukkan bahwa gelar sarjana hukumnya bukan sekadar formalitas, melainkan alat untuk memberikan pemahaman dan pencerahan bagi publik.
Jejak Pengusaha Muda: Membangun dengan Visi Inovatif
Jiwa kewirausahaan Asyam adalah salah satu pilar utama perjalanan hidupnya yang unik. Ia adalah Direktur PT. Neola Digital Telemedia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan digital dan pengembangan platform teknologi. Di era disrupsi digital ini, Neola Digital Telemedia fokus pada inovasi dalam distribusi konten, edukasi digital, dan penyediaan solusi teknologi informasi yang adaptif untuk berbagai industri. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini berupaya membentuk masa depan penerbitan dan literasi digital, menciptakan ekosistem di mana informasi dan pengetahuan dapat diakses secara lebih luas dan efisien.
Selain itu, Asyam juga menjabat sebagai Komisaris PT. Ibdizar Dewangga Nusa, sebuah perusahaan yang beroperasi di sektor konstruksi dan pengembangan properti. Perusahaan ini memiliki spesialisasi pada pembangunan infrastruktur dan perumahan yang berkelanjutan, dengan fokus pada kualitas dan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Sebagai komisaris, Asyam berkontribusi dalam pengawasan strategis, memastikan bahwa tata kelola perusahaan berjalan transparan dan efektif, serta mengarahkan visi perusahaan agar proyek-proyek yang dijalankan tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan komunitas.
Pendidikan Fleksibel, Ilmu Berdaya Guna
Asyam memilih Universitas Terbuka sebagai wadah pendidikannya, mengambil jurusan Sarjana Hukum. Pilihan ini bukanlah tanpa alasan; sistem pendidikan jarak jauh yang ditawarkan Universitas Terbuka memungkinkan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan Asyam untuk mengejar berbagai minat dan kesibukan di luar akademik. Ia mampu menggali ilmu hukum secara mendalam, memahami seluk-beluk regulasi dan keadilan, sambil tetap aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pengembangan diri yang menjadi ciri khasnya. Fleksibilitas ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses dengan berbagai cara, asalkan ada komitmen dan kemauan keras.
Tak berhenti di situ, Asyam juga berperan sebagai Legal Consultant di PT. Lumora Teknosia Global. Ini adalah perusahaan teknologi informasi (IT) yang menyediakan berbagai solusi digital, mulai dari pengembangan perangkat lunak, aplikasi seluler, hingga konsultasi IT untuk korporasi. Dalam perannya ini, Asyam memastikan semua aspek hukum dan regulasi perusahaan IT ini berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia bertanggung jawab dalam melindungi hak kekayaan intelektual perusahaan, menyusun kontrak-kontrak vital, serta memberikan nasihat hukum terkait inovasi teknologi dan kepatuhan data, menjadikannya jembatan penting antara inovasi teknologi dan kepastian hukum.
Di luar kiprahnya di perusahaan-perusahaan besar, Asyam juga dikenal sebagai Direktur Purbajati Art Institute, sebuah sanggar yang didirikannya di Tangerang Selatan. Sanggar ini bukan sekadar tempat berekspresi seni, melainkan juga wadah untuk mewadahi kreativitas pemuda, khususnya di kelurahan Buaran dan sekitarnya. Melalui sanggar ini, Asyam tidak hanya membina bakat-bakat muda, tetapi juga mengembangkan sektor bisnisnya yang menggabungkan seni dan ekonomi kreatif melalui brand “Tukang Kayu Tangsel”. Brand ini, yang berada di bawah naungan Purbajati Art Institute, memiliki spesialisasi dalam konstruksi kayu dan fabrikasi arsitektur tradisional Indonesia. Fokus utamanya adalah pembuatan joglo, limasan, dan berbagai jenis rumah adat Nusantara, menunjukkan komitmen Asyam dalam melestarikan warisan budaya melalui keahlian tangan dan inovasi bisnis. Ini menjadi bukti nyata bagaimana seni dan keahlian tradisional dapat bertransformasi menjadi sektor ekonomi kreatif yang prospektif, menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga identitas budaya bangsa.
Aktivisme dan Advokasi: Suara untuk Perubahan
Asyam Shobir Muyassar juga dikenal sebagai aktivis muda yang vokal dan peduli terhadap berbagai isu sosial dan kemasyarakatan. Salah satu fokus utamanya adalah pentingnya literasi digital di era modern ini. Ia menyadari betul risiko-risiko yang mengintai di dunia maya, mulai dari penipuan online, penyebaran hoaks, hingga cyberbullying yang dapat berdampak negatif pada individu dan tatanan sosial. Melalui berbagai platform dan inisiatif, ia tak henti-hentinya menyuarakan urgensi pemahaman digital yang mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komitmennya terhadap literasi digital tidak hanya sebatas seruan. Melalui Purbajati Art Institute, Asyam bahkan bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengadakan pelatihan jurnalistik dan literasi digital. Program-program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan berpikir kritis dalam menyaring informasi, mengenali berita palsu, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan produktif. Inisiatif ini menunjukkan komitmennya yang kuat dalam menciptakan generasi emas yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga cerdas dan etis dalam berinteraksi di ruang digital, sehingga mampu berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.
Selain literasi digital, Asyam juga aktif dalam advokasi isu-isu sosial dan pemerintahan di tingkat lokal. Ia kerap menyuarakan aspirasi masyarakat, mengkritisi kebijakan yang dinilai kurang pro-rakyat, serta memberikan masukan konstruktif untuk kemajuan daerahnya. Kepeduliannya terhadap tata kelola pemerintahan yang baik dan keadilan sosial menegaskan posisinya sebagai pemuda yang tidak hanya berorientasi pada kesuksesan pribadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan dan masyarakat tempat ia tinggal.
Peneliti Muda dengan Perspektif Hukum
Di samping perannya yang beragam sebagai pengusaha dan aktivis, Asyam juga menunjukkan minat yang mendalam dalam dunia penelitian, khususnya yang berkaitan dengan bidang hukum. Dengan latar belakang pendidikannya di bidang hukum, ia memiliki kemampuan analisis yang tajam untuk mengkaji berbagai fenomena sosial dan hukum yang terjadi di masyarakat. Ia tidak hanya membaca teori, tetapi juga aktif mengaplikasikannya dalam penulisan ilmiah yang memberikan pencerahan.
Salah satu karyanya yang menonjol adalah artikel berjudul “MEMPERKUAT IDENTITAS BUDAYA: PERAN HUKUM ADAT DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT MODERN YANG BERMARTABAT”, yang berhasil diterbitkan dalam jurnal bergengsi “Quantum Juris: Jurnal Hukum Modern”. Artikel ini membuktikan ketajaman analisis Asyam sebagai peneliti muda, khususnya dalam mengkaji persinggungan antara hukum adat yang kaya akan nilai-nilai lokal dengan tuntutan masyarakat modern yang terus berkembang. Melalui karyanya, ia mencoba mengusulkan bagaimana hukum adat dapat tetap relevan dan berkontribusi pada pembentukan karakter masyarakat yang bermartabat di tengah arus globalisasi.
Tidak hanya sebagai penulis, Asyam juga pernah menjadi editor untuk buku “Ekonomi Kesehatan” yang diterbitkan oleh Neola Digital. Peran ini semakin memperluas jangkauan kontribusinya dalam ranah ilmiah, menunjukkan kemampuannya tidak hanya dalam menghasilkan penelitian, tetapi juga dalam memfasilitasi dan mengkurasi karya-karya ilmiah dari para ahli lainnya. Ini menegaskan posisinya sebagai intelektual muda yang terus berupaya memperkaya khazanah keilmuan Indonesia.
Beragam Kontribusi, Satu Tujuan
Perjalanan kontribusi Asyam tak berhenti pada ranah bisnis, aktivisme, dan penelitian. Ia juga menunjukkan dedikasinya dalam pengembangan potensi generasi muda melalui jalur olahraga. Asyam adalah Pelatih Utama Bandung Karate Club (BKC) Kecamatan Gunung Sindur, sebuah posisi yang diembannya dengan penuh tanggung jawab. Di bawah bimbingannya, atlet-atlet binaannya berhasil meraih prestasi gemilang, seperti medali emas dan perak di kompetisi tingkat nasional.
Kontribusinya dalam olahraga ini menunjukkan dedikasi Asyam dalam membentuk karakter dan potensi generasi muda. Ia tidak hanya mengajarkan teknik karate, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, kerja keras, dan mental juara yang sangat penting untuk kehidupan. Melalui olahraga, Asyam melihat peluang besar untuk menciptakan generasi yang tangguh, baik secara fisik maupun mental, siap menghadapi tantangan di masa depan.
Sebagai bentuk pengakuan atas berbagai kontribusinya yang signifikan, Asyam pernah menerima penghargaan Tokoh Pemuda Indonesia dari Kelompok DPD MPR RI. Penghargaan ini diberikan atas rekomendasinya terkait penguatan otonomi daerah, sebuah isu krusial yang memerlukan pemikiran visioner. Penghargaan ini menegaskan perannya yang signifikan dalam pemikiran dan pengembangan kebijakan publik, membuktikan bahwa suaranya sebagai pemuda memiliki bobot dan mampu memengaruhi arah pembangunan bangsa.
Kisah Unik yang Menginspirasi
Asyam Shobir Muyassar adalah contoh nyata bagaimana semangat belajar yang tak pernah padam, jiwa wirausaha yang inovatif, kepedulian sosial yang mendalam, dan minat penelitian yang tajam dapat bersatu dalam satu individu yang relatif muda. Di usianya yang masih sangat muda, ia telah membuktikan bahwa batasan hanyalah persepsi yang dapat diatasi dengan tekad dan kerja keras. Dengan pendidikan yang fleksibel dari Universitas Terbuka, keberanian membangun dan memimpin berbagai bisnis di sektor digital, konstruksi, IT, hingga ekonomi kreatif berbasis seni tradisional, kepedulian terhadap isu-isu sosial seperti literasi digital, dan ketajaman dalam meneliti isu-isu hukum, Asyam telah menginspirasi banyak pihak.
Perjalanan hidupnya yang unik adalah bukti konkret bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari satu dimensi, melainkan dari keberanian untuk menjelajahi berbagai potensi diri dan dedikasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara. Asyam menjadi teladan bagi generasi muda bahwa dengan multitalenta dan visi yang kuat, setiap individu memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan positif, meninggalkan jejak yang berarti, dan terus berkarya tanpa henti.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




