Iran Minta Gencatan Senjata Lebanon dan Pencairan Aset Sebelum Negosiasi dengan AS
Arah Baru – Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa pelaksanaan gencatan senjata di Lebanon serta pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri harus terealisasi lebih dahulu sebelum perundingan dengan Amerika Serikat (AS) dimulai.
Dalam rangka gencatan senjata sementara selama dua pekan, Iran dan AS telah menyepakati pertemuan di Islamabad, Pakistan, guna melanjutkan dialog menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.
Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Sabtu (11/4/2026), memicu keraguan terbaru untuk perundingan dengan AS, setelah menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan “aset-aset yang diblokir” sebelum negosiasi dimulai, yang dijadwalkan pada Sabtu (11/4).
“Dua dari langkah-langkah yang telah disepakati bersama antara kedua pihak, belum dilaksanakan: gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Iran yang diblokir sebelum dimulainya negosiasi,” ujarnya.
“Kedua hal ini harus dipenuhi sebelum negosiasi dimulai,” tegas Ghalibaf dalam pernyataan via media sosial X.
Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak Amerika Serikat terkait tuntutan tersebut.
Iran berulang kali menegaskan bahwa gencatan senjata dua minggu harus mencakup wilayah Lebanon, di mana serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Teheran masih berlangsung. Namun, pihak Washington dan Tel Aviv membantah bahwa kesepakatan tersebut mencakup wilayah tersebut.
Nilai aset Iran yang dibekukan di luar negeri akibat sanksi Amerika Serikat diperkirakan mencapai angka besar. Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tindakan koersif sepihak, Alena Douhan, pada 2022 memperkirakan nilainya berkisar antara 100 miliar hingga 120 miliar dolar AS.
Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran yang berjumlah lebih dari 70 orang menyatakan bahwa negaranya datang ke Islamabad dengan itikad baik untuk berunding.
Media lokal Iran melaporkan bahwa delegasi tersebut turut melibatkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Gubernur Bank Sentral Iran, serta sejumlah anggota parlemen.
Sejumlah sumber resmi yang dikutip Anadolu Agency menyebutkan bahwa pembahasan di Islamabad akan mencakup isu-isu sensitif, termasuk program pengayaan uranium Iran dan kelancaran perdagangan melalui Selat Hormuz.
Di sisi lain, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dilaporkan tengah menuju Pakistan. Rombongan tersebut juga mencakup utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff serta Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump.
Sebelum keberangkatan ke Pakistan, Vance memperingatkan Iran agar tidak mencoba mempermainkan Amerika Serikat.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




