Iran Akui Bandara Bushehr Lumpuh Akibat Serangan Udara Amerika Serikat
Arah Baru – Pemerintah Iran menyatakan Bandara Bushehr yang berada di wilayah barat daya negara itu kini tidak lagi dapat difungsikan setelah mengalami kerusakan berat akibat serangkaian serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS).
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pemerintah Iran setelah melakukan peninjauan terhadap kondisi fasilitas bandara yang terdampak.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (28/7/2026), juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah pejabat telah mengunjungi Provinsi Bushehr untuk melihat secara langsung dampak serangan terhadap infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk bandara.
Mohajerani menyebut kondisi Bandara Bushehr mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga aktivitas operasionalnya praktis telah berhenti sepenuhnya.
“Kami melihat puing-puing pesawat yang telah direkondisi dan dibeli untuk melayani masyarakat, namun pesawat itu hancur akibat hantaman langsung rudal, sehingga hanya menyisakan sebagian kecil pada bagian ekornya yang masih utuh,” ucap Mohajerani dalam konferensi pers.
Menurutnya, tingkat kerusakan yang terjadi membuat fasilitas penerbangan tersebut tidak lagi dapat digunakan. Meski demikian, pemerintah Iran belum mengungkap kapan tepatnya serangan berlangsung maupun sejauh mana kerusakan yang dialami bangunan dan fasilitas pendukung lainnya di area bandara.
Hingga kini, pemerintah Iran juga belum menyampaikan informasi mengenai kemungkinan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat serangan yang terjadi di kawasan Bushehr.
Pernyataan tersebut muncul setelah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah mulai mereda sejak Jumat (24/7) pekan lalu. Kondisi itu terjadi menyusul keputusan Iran dan Amerika Serikat untuk menghentikan sementara aksi saling serang setelah ketegangan bersenjata yang berlangsung selama 13 hari sejak 11 Juli.
Selama periode konflik tersebut, Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan udara ke berbagai sasaran di wilayah Iran. Sebagai balasan, Teheran menyerang fasilitas serta aset militer milik Washington yang berada di sejumlah negara kawasan Teluk.
Perseteruan terbaru kedua negara berpusat pada Selat Hormuz yang memiliki peran strategis sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas dunia. Amerika Serikat menegaskan pentingnya kebebasan pelayaran tanpa hambatan di kawasan tersebut, sementara Iran menghendaki agar kapal-kapal yang melintas di dekat wilayah pantainya mengikuti mekanisme navigasi yang berada di bawah pengelolaan pemerintah Iran.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




