Media Arahbaru
Beranda Berita Dukung SDGs 12 melalui Biopori Skala Besar, Mahasiswa KKN-T 81 UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah Organik

Dukung SDGs 12 melalui Biopori Skala Besar, Mahasiswa KKN-T 81 UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah Organik

Praktek pemanfaatan biopori Tim KKNT bersama warga

Batang – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 (Responsible Consumption and Production), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 81 Universitas Diponegoro melaksanakan program pembuatan biopori skala besar sebagai media pengolahan sampah organik menjadi kompos di Desa Ngaliyan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Program ini bertujuan memberikan solusi sederhana dan berkelanjutan dalam mengelola sampah organik rumah tangga agar memiliki nilai guna sebagai pupuk kompos sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan.

Biopori yang dikembangkan Tim KKN-T 81 menggunakan drum berkapasitas besar sebagai wadah pengomposan. Berbeda dengan biopori konvensional, inovasi ini mampu menampung sampah organik dengan jumlah yang lebih banyak, seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan limbah organik rumah tangga lainnya. Sampah tersebut kemudian mengalami proses penguraian sehingga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman.

Pembuatan biopori diawali dengan memodifikasi drum berukuran 160 L menjadi dua bagian dan pemberian lubang pada sisi dan dasar setiap drum agar air, udara, serta mikroorganisme tanah dapat masuk dan membantu proses penguraian. Setelah itu, drum dipasang di dalam tanah sehingga siap digunakan sebagai media pengomposan. Sampah organik dimasukkan secara bertahap ke dalam drum sesuai kapasitas, kemudian diberikan larutan aktivator untuk membantu mempercepat proses penguraian.

Dalam mendukung proses pengomposan, Tim KKN-T 81 memperoleh dukungan dari PT Agro Tabur Mas berupa Pupuk Organik Cair (POC). POC tersebut dicampurkan dengan molase (tetes tebu) menggunakan perbandingan 1:1, kemudian ditambahkan 100 mL air sebelum diaplikasikan ke dalam biopori. Larutan ini disiramkan pada setiap lapisan sampah organik sehingga proses penguraian berlangsung lebih optimal serta membantu mengurangi bau yang ditimbulkan selama proses pengomposan.

Selain membangun biopori skala besar, Tim KKN-T 81 Universitas Diponegoro juga telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Ngaliyan mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini diikuti oleh warga setempat yang antusias mempelajari cara mengelola sampah rumah tangga secara lebih ramah lingkungan. Materi sosialisasi meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik, tahapan pembuatan biopori skala besar, tata cara penggunaan biopori, proses pengomposan, hingga pemanfaatan kompos sebagai pupuk organik. Masyarakat juga diberikan pendampingan secara langsung mengenai cara penggunaan larutan POC dan molase agar proses pengomposan berjalan lebih efektif.

Pelaksanaan Sosialisasi Oleh Tim KKN-T 81 UNDIP Desa Ngaliyan, Kab. Batang

Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat Desa Ngaliyan diharapkan mampu mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Mahasiswa KKN-T 81 Universitas Diponegoro Desa Ngaliyan, dalam mendukung implementasiSDGs 12 (ResponsibleConsumption and Production) melalui pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Dengan adanya biopori skala besar yang disertai edukasi dan pendampingan kepada warga, diharapkan tercipta kebiasaan baru dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab sehingga terwujud lingkungan Desa Ngaliyan yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!