Media Arahbaru
Beranda Berita Banyak Inovasi, PB HMI MPO Apresiasi Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun Ini

Banyak Inovasi, PB HMI MPO Apresiasi Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun Ini

Ketua Umum PB HMI MPO Mahfut Khanafi mengapresiasi inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Hal tersebut disampaikan dalam dialog publik Inovasi Haji 2024 yang diselenggarakan oleh PB HMI MPO di Asrama Haji Yogyakarta pada Sabtu (27/07/2024).

Dalam diskusi tersebut, hadir sebagai narasumber adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof. Al Makin dan Ketua Komnas Haji Mustholih Siradj. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil Kemenag DIY Dr. Ahmad Bahiej.

“Seperti kita ketahui inovasi ini meliputi perekrutan petugas, aplikasi Kawal Haji, safari wukuf lansia nonmandiri dan disabilitas, penggunaan IPS atau International Patient Summary, dan penyederhanaan proses tunda/batal visa untuk optimalisasi penggunaan kuota haji,” kata Mahfut dalam sambutannya.

“Inovasi ini penting agar jemaah haji asal Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyu,” tambah Mahfut.

Terkait dengan penambahan kuota haji, Mahfut menyampaikan masyarakat hendaknya mengakses informasi informasi yang berimbang agar mendapatkan pemahaman yang utuh.

“Sehingga forum diskusi publik ini penting untuk menjadi jembatan informasi pemerintah dengan masyarakat,” jelas Mahfut.

Ahmad Bahiej dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian untuk meluruskan informasi yang keliru terkait pelaksanaan ibadah haji.

“Kami dari kanwil kemenag DIY menyambut baik kegiatan dialog kebijakan inovasi haji 2024 sebab banyak informasi yang perlu diluruskan,” kata Ahmad Bahiej.

Narasumber pertama Al Makin mengungkapkan pelaksanaan ibadah haji terdapat banyak inovasi, terutama dalam hal prosedur dan manajemen.

Al Makin mengungkapkan inovasi tersebut terlihat sekali dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) sejak tahun 2022 hingga 2024.

“Saya sebagai petugas monev pada pelaksaan haji 2023 merasakan betul adanya inovasi, misalnya ada haji inkusif dan safari wukuf,” jelas Al Makin.

Al Makin mengungkapkan satu hal yang perlu dicatat dalam pelaksanaan ibadah haji adalah area ibadah yang tetap, sementara jumlah jemaah terus bertambah.

Menurut Al Makin, hal ini diperlukan inovasi, tidak hanya pemerintah Indonesia, tetapi juga negara-negara muslim lainnya.

“Pertama dan yang utama sebenarnya harus ada ijtihad fikih terkait pelaksaan haji, sebab dari tahun ke tahun bertambah,” kata Al Makin.

Sementara itu narasumber kedua, Mustholih Siradj menyampaikan pelaksanaan ibadah haji selalu menjadi isu yang kompleks, terutama soal kuota.

Hal ini menjadi kompleks lantaran kuota tersebut dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Kuota nasional, kuota provinsi, kuota kabupate dan kota distribusi pemberangkatannya sesuai urutan pendaftaran,” jelas Mustholih.

Terkait dengan tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu orang, Mustholih menyatakan bahwa penambahan kuota tersebut merupakan hak prerogatif dari Menteri Agama.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!