Belajar dari Bencana, Pemerintah Siapkan Cadangan Pangan Jangka Panjang di Sumatera
Arah Baru – Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mendorong penguatan cadangan bahan pangan di kawasan dataran tinggi Sumatera. Ia menekankan daerah pegunungan perlu memiliki persediaan logistik yang cukup untuk setidaknya tiga bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat mengikuti rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa karakter bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memiliki kemiripan.
“Di daerah dataran tinggi umumnya yang terjadi adalah longsor, karena hujan yang sangat lebat. Longsor ini mengakibatkan jalan yang terputus, jembatan yang rusak di samping ada beberapa daerah memang juga ada banjir terutama di pinggiran sungai,” kata Tito.
Ia memaparkan bahwa sejumlah wilayah seperti Aceh Tengah, Takengon, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan sebenarnya tidak mengalami dampak langsung. Meski begitu, kawasan-kawasan tersebut sempat terisolasi akibat akses transportasi yang tertutup material longsor.
“Kalau kota-kotanya sendiri baik Kota Aceh Tengah, Takengon, kemudian Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tenggara tidak terdampak, tapi mereka terkunci. Itu yang membuat waktu itu awal-awal kesulitan logistik,” katanya.
“Di daerah pegunungan ini hampir tidak pernah ada sekian puluh tahun bencana seperti ini, sehingga sistem logistik mereka itu mungkin tiga hari saja mampu. Itulah yang terjadi di Takengon saat itu sempat akan terjadi demo karena kekurangan logistik,” sambung dia.
Berkaca pada pengalaman tersebut, Tito menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan lebih kuat. Ia meminta agar stok kebutuhan pokok disiapkan dengan proyeksi ketahanan hingga tiga bulan.
“Kami sudah koordinasi dengan Bapak Mentan, Kepala Badan Pangan Nasional, dan juga Bulog, Danantara agar stok pangan logistik belajar dari kasus ini agar distok selama tiga bulan, dan ini Pak Bulog terutama beras sudah, minyak goreng itu dikirim secara bertahap untuk kekuatan tiga bulan,” ungkapnya.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




