Media Arahbaru
Beranda Bisnis CIMB Niaga Cetak Laba Rp 3,51 Triliun di Semester I 2025, Meski Pendapatan Turun Tipis

CIMB Niaga Cetak Laba Rp 3,51 Triliun di Semester I 2025, Meski Pendapatan Turun Tipis

Arah Baru – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menunjukkan performa keuangan yang solid hingga paruh pertama 2025, meskipun mengalami sedikit penurunan pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu (24/8/2025), pendapatan dari bunga dan pembiayaan syariah tercatat sebesar Rp 6,62 triliun, turun tipis 0,47% dibandingkan Rp 6,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, laba bersih perusahaan justru meningkat 1,9% menjadi Rp 3,51 triliun pada semester I 2025, dari sebelumnya Rp 3,44 triliun pada semester I 2024. Di sisi lain, laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) tercatat mencapai Rp 4,4 triliun, dengan laba per saham sebesar Rp 137,43.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari pelaksanaan strategi bisnis yang konsisten dan disiplin selama enam bulan pertama tahun ini.

“Kami mencatat pertumbuhan kredit yang baik dan terukur sesuai dengan profil risiko dan kondisi pasar. Di saat yang sama, kami tetap menjaga kualitas aset yang stabil, tingkat permodalan dan likuiditas yang kuat, serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, sehingga dapat memperkuat posisi kami di industry,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (23/8/2025).

Total Aset

“Ke depan, kami akan terus mengelola alokasi modal secara strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan imbal hasil yang lebih optimal. Sejalan dengan tujuan kami Advancing Customers and Society, kami akan terus berfokus untuk menyediakan solusi perbankan yang Simpler, Better and Faster, agar nasabah dapat terus berkembang dan masyarakat dapat merasakan dampak positifnya secara inklusif,” Lani menambahkan.

CIMB Niaga terus mempertahankan kesehatan permodalan dan likuiditas dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 24,0% dan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) sebesar 87,3%.

Per 30 Juni 2025, total aset konsolidasian bank tercatat sebesar Rp 357,9 triliun, mempertegas posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,8% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 261,9 triliun, didukung oleh rasio dana murah (CASA) yang kuat di angka 69,0%.

Pertumbuhan CASA sendiri tercatat naik 10,9% YoY, yang merupakan hasil dari strategi bank dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan kualitas layanan berbasis digital.

Pertumbuhan Kredit

Total kredit dan pembiayaan CIMB Niaga mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 6,8%, mencapai Rp231,8 triliun.

Peningkatan ini ditopang oleh performa positif di berbagai lini bisnis utama. Segmen Perbankan Korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,3%, disusul oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang naik 7,3% secara tahunan, serta Perbankan Konsumer yang tumbuh 4,7%.

Untuk pembiayaan ritel, lonjakan terbesar datang dari Kredit Pemilikan Mobil (KPM), yang melonjak 26,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) tetap menjadi unit usaha syariah terbesar di Tanah Air.

Hingga akhir Juni 2025, pembiayaan syariah mencapai Rp59,6 triliun, naik 2,5% atau Rp1,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi utama berasal dari segmen Wholesale dan Commercial. Dana Pihak Ketiga (DPK) syariah tercatat sebesar Rp48,2 triliun.

CIMB Niaga Syariah juga terus memperkuat struktur pendanaannya, khususnya dengan mendorong peningkatan dana murah melalui kemitraan strategis berbasis syariah serta pendekatan yang lebih intensif kepada komunitas muslim.

Prioritas Berkelanjutan

Lani menyampaikan bahwa sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, sekitar 25% dari total portofolio pembiayaan Bank setara dengan Rp 57,6 triliun dialokasikan untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah emisi karbon, mendorong keadilan dalam perubahan tersebut, serta mewujudkan target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang ditetapkan oleh PBB.

“Sejalan dengan komitmen kami terhadap keberlanjutan, kami juga berpartisipasi dalam peluncuran perdagangan karbon internasional melalui platform Indonesia Carbon Exchange, IDX Carbon, pada Januari tahun ini,” kata dia.

“Selain itu, kami meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung operasional berkelanjutan dengan pemasangan panel surya di salah satu kantor cabang kami di Yogyakarta pada bulan Juni 2025,” ia menambahkan.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!