Media Arahbaru
Beranda Berita Dari Polusi Menjadi Solusi: Lewat Program “Sedekah Sampah”, KKN Kelompok 178 UIN Jakarta Sulap Limbah Jadi Berkah Warga Cidokom

Dari Polusi Menjadi Solusi: Lewat Program “Sedekah Sampah”, KKN Kelompok 178 UIN Jakarta Sulap Limbah Jadi Berkah Warga Cidokom

Bogor, arahbaru.com — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga kini berjalan beriringan di Cidokom. Kelompok KKN 178 dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggebrak kebiasaan lama warga. Mereka memperkenalkan program inovatif, Sedekah Sampah, sebagai gerakan baru (12/08/2026)

Program Sedekah Sampah ini tidak hanya membawa angin segar bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga mengubah paradigma masyarakat bahwa bersedekah dan beramal tidak melulu harus berupa uang, melainkan bisa dimulai dari limbah rumah tangga sehari-hari, termasuk minyak jelantah, Optimalkan tulisannya.

Berangkat dari Keresahan Lingkungan

Lahirnya inisiatif Sedekah Sampah ini bermula dari hasil observasi lapangan mahasiswa KKN Tematik Kelompok 178 UIN Jakarta. Di kawasan Cidokom, kebiasaan membakar sampah rumah tangga masih sering ditemui, yang berujung pada pekatnya polusi udara. Minyak jelantah sisa menggoreng dibuang ke saluran air kerap terjadi. Hal ini mengancam kualitas air tanah dan ekosistem sekitar.

Mahasiswa KKN hadir dengan pendekatan merangkul kearifan lokal beragama, berupa konsep sedekah. Melalui kampanye Sedekah Sampah, warga diedukasi bahwa menahan diri dari membakar sampah dan membuang jelantah sembarangan adalah bentuk menjaga alam, sementara menyumbangkan limbah tersebut adalah bentuk sedekah nyata yang bernilai pahala.‎‎

Aksi Nyata Tepat Sasaran: Jemput Bola dan Pilah Tuntas

Alih-alih sekadar memberikan sosialisasi, mahasiswa KKN Kelompok 178 langsung turun tangan membuktikan efektivitas gerakan Sedekah Sampah ini. Saat ini, program telah berjalan secara nyata dengan menjadikan 20 rumah warga sebagai sampel percontohan.‎‎

  • Sistem Jemput Bola: Setiap minggunya, para mahasiswa KKN berkeliling dari pintu ke pintu untuk menjemput sedekah sampah anorganik serta botol-botol penampungan minyak jelantah milik warga.‎‎
  • Pemilahan Sistematis: Setibanya di posko atau titik kumpul, limbah tidak dibiarkan menumpuk. Mahasiswa memilah sedekah sampah tersebut secara teliti berdasarkan kategorinya dari yang organik, anorganik, hingga residu agar memiliki nilai jual maksimal. Minyak jelantah pun disatukan ke dalam wadah khusus agar aman dikirim ke pihak daur ulang.

Sirkular Ekonomi: Dari Warga, Kembali untuk Warga‎

Daya tarik utama dari gerakan Sedekah Sampah ini terletak pada transparansi dan manfaat ekonomi yang dihasilkan. Seluruh sampah terpilah dan minyak jelantah yang disedekahkan warga kemudian disalurkan ke pengepul.‎‎

Menariknya, hasil penjualan tersebut diserahkan sepenuhnya untuk mengisi Kas RT setempat. Dana segar ini nantinya akan dikelola oleh pengurus RT untuk membiayai berbagai kegiatan sosial maupun perbaikan fasilitas di lingkungan tersebut.‎‎

“Program Sedekah Sampah ini adalah wujud nyata dari sirkular ekonomi berskala mikro. Kami ingin warga menyadari bahwa sampah dan jelantah jika disedekahkan pengelolaannya, dampaknya sangat luar biasa. Lingkungan jadi bersih dari asap dan pencemaran air, sementara warga mendapat suntikan dana untuk kepentingan bersama di tingkat RT,” ungkap salah satu perwakilan KKN Kelompok 178 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Melalui jejak langkah KKN 178 UIN Jakarta ini, sebuah kebiasaan baru yang lebih hijau telah tertanam di Cidokom. Harapannya, ketika masa pengabdian mahasiswa telah usai, gerakan Sedekah Sampah dengan sistem “Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga” ini telah mengakar dan terus dilanjutkan secara mandiri sebagai identitas baru masyarakat Cidokom yang tanggap lingkungan.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!