Fri. Feb 23rd, 2024

Denny Indrayana Sebut Keterlibatan Jokowi dalam Pilpres 2024 Ancaman Bagi Demokrasi

Arahbaru – Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengkritik keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam penentuan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

Kritik itu ia sampaikan dalam sebuah tulisan yang berjudul “Bagaimana Jokowi Mendukung Ganjar, Mencadangkan Prabowo, dan Menolak Anies”. Tulisan tersebut ia unggah di Instagram pribadinya @dennyindrayana99 pada Senin (24/04/2023).

Dalam tulisan itu, Denny menegaskan keterlibatan Jokowi merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

“Keterlibatan aktif Presiden Jokowi yang ikut cawe-cawe dalam Pilpres 2024 demikian adalah salah satu ancaman nyata bagi demokrasi kita,” katanya.

Menurut Denny, seorang presiden tentu berhak mempunyai pilihan dan preferensi calon presiden. Tetapi ketika sang presiden yang sedang menjabat menyalahgunakan kewenangan dan pengaruh yang dimilikinya untuk memenangkan pasangan calon yang didukungnya, maka sang presiden jelas-jelas telah melanggar konstitusi.

Ia menjelaskan salah satu tugas utama presiden adalah memastikan setiap pemilu berjalan free and fair. Sebab, dengan kekuatan dan jaringan yang dimilikinya, sang presiden punya peluang besar untuk mempengaruhi hasil pemilu. Akibatnya, arena pertandingan tidak lagi adil bagi semua paslon, utamanya yang tidak mendapat dukungan sang presiden.

“Agaknya, (Jokowi) tidak ingin lagi mengalami kekalahan sebagaimana kisah Pemilihan Gubernur Jakarta 2017, ketika jagoan yang Beliau dukung Ahok alias BTP kalah dari Anies Baswedan; Maka untuk Pilpres 2024, Presiden Jokowi betul-betul mengambil peran sebagai the real king maker, sayangnya dalam bentuk yang salah,” kata Denny.

Ia menyampaikan, dalam kontestasi Pilpres 2024 nanti, Jokowi menginginkan penggantinya adalah orang yang bisa mengamankan dan melanjutkan program kerjanya.

Menurut Denny, setidaknya ada dua hal yang diinginkan Jokowi. Satu, proyek Ibu Kota Negara (IKN) berlanjut, serta dua, tidak ada masalah ataupun kasus hukum yang menjerat Jokowi ataupun keluarganya.

Untuk mendukung langkah itu, Denny mengungkapkan target utama Jokowi adalah sebisa mungkin hanya ada dua pasangan calon dalam Pilpres 2024.

Keduanya adalah all the president’s Men. Calon yang diidentifikasi berseberangan dan mungkin tidak melanjutkan legacy kepresidenannya, sebisa mungkin dieliminasi, sedari awal.

Ia menyebut pandangan Eros Djarot di talkshow Satu Meja Kompas TV, Jokowi mendukung beberapa capres tertentu dan tidak ikut memilih Anies Baswedan, karena ingin memastikan bahwa ia akan mendarat secara aman dan nyaman.

“Sampai tulisan ini dibuat, tanpa menafikan adanya kemungkinan dinamika dan perubahan, Presiden Jokowi terbaca mendukung paslon Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno, lalu juga mencadangkan sokongan kepada Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto, sambil tetap berusaha menggagalkan pencapresan Anies Baswedan, yang kemungkinan berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono, sepanjang partainya tidak berhasil “dicopet” Moeldoko, tentu dengan persetujuan Presiden Jokowi,” jelasnya. (*)

By Nasir

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!