Media Arahbaru
Beranda Berita Pertumbuhan Ekonomi Global Tetap Positif Meski Dihantam Perang Tarif

Pertumbuhan Ekonomi Global Tetap Positif Meski Dihantam Perang Tarif

Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa meski kebijakan tarif telah menimbulkan dampak negatif di berbagai negara, termasuk Kanada, perekonomian dunia masih diperkirakan tumbuh — kecuali jika perang tarif semakin memburuk.

Laporan Outlook Ekonomi yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), lembaga internasional beranggotakan 38 negara, mengungkapkan bahwa meskipun tarif menciptakan tantangan besar, sebagian besar ekonomi global justru tampil lebih baik dari prediksi awal.

“Pertumbuhan global terbukti lebih tangguh dari perkiraan pada paruh pertama 2025, khususnya di negara-negara berkembang, juga di Amerika Serikat,” tulis laporan OECD.

Namun, laporan tersebut juga menegaskan bahwa dampak penuh dari kenaikan tarif masih berlangsung. Gejala awal sudah terlihat dalam perilaku konsumsi, pasar tenaga kerja, hingga pergerakan harga.

Ketegangan perdagangan semakin meningkat sejak Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif hampir ke seluruh negara, termasuk Kanada, pada Maret lalu. Kini, Kanada dan Amerika Serikat tengah membuka konsultasi publik untuk meninjau ulang Perjanjian Perdagangan Kanada–Amerika Serikat–Meksiko (CUSMA) tahun depan.

Tarif yang berlaku saat ini menyebabkan biaya barang dan jasa meningkat. Banyak perusahaan terpaksa mengambil langkah sulit, seperti menahan ekspansi, menata ulang rantai pasok, hingga mengorbankan sebagian keuntungan demi menekan harga agar konsumen tidak terbebani.

Bagi usaha kecil, risiko terbesar adalah ancaman gulung tikar permanen akibat tekanan tarif. Dampaknya juga terasa di pasar tenaga kerja Kanada, dengan tingkat pengangguran nasional naik di atas 7 persen pada Agustus. Konsumen pun menahan belanja mereka.

OECD menambahkan, kondisi serupa terlihat di banyak negara lain. “Pasar tenaga kerja mulai melemah, pengangguran meningkat, dan peluang kerja berkurang di sejumlah ekonomi. Sementara itu, disinflasi terhenti karena harga pangan naik dan inflasi di sektor jasa tetap tinggi,” tulis laporan tersebut.

Meski begitu, lembaga itu masih memproyeksikan perekonomian global akan terus tumbuh hingga tahun depan, meskipun dengan laju yang lebih lambat.(*)

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!