Media Arahbaru
Beranda Sosial Budaya Stok Susu UHT Kosong di Sejumlah Gerai, Diduga Diborong untuk Program MBG

Stok Susu UHT Kosong di Sejumlah Gerai, Diduga Diborong untuk Program MBG

Arah Baru – Kelangkaan susu UHT di sejumlah gerai ritel belakangan ini menjadi sorotan masyarakat. Banyak warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan susu kemasan, diduga karena diborong untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).

Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Agus Warsito menyebut permintaan susu sapi segar dari industri pengolahan meningkat cukup signifikan seiring isu kelangkaan susu UHT.

“Iya, permintaan naik. Hari ini semua pabrikan minta tambah pasokan susu segar. Lumayan signifikan, (kenaikannya) lebih dari 20 persen,” beber Agus, dikutip dari CNN, Jumat (9/1/2026).

Berdasarkan pantauan Rabu (7/1), stok susu UHT varian full cream di salah satu gerai Indomaret di Bekasi kosong sekitar satu minggu. Silvia, kasir di gerai tersebut, membenarkan kondisi itu.

“Lagi kosong. Susu yang putih (susu UHT full cream) sudah semingguan, belum dikirim lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekosongan stok terjadi karena produk tersebut diborong untuk program MBG.

“Kemarin diborong untuk MBG, mas. Setiap masuk barang baru pasti diborong,” jelas Silvia.

Beberapa ritel bahkan membatasi pembelian maksimal empat kemasan per orang untuk mencegah penimbunan. Namun, tidak semua gerai mengalami hal yang sama. Di Superindo dan Alfamart di wilayah yang sama, stok susu UHT masih tersedia dan belum diterapkan pembatasan.

BGN Akui Permintaan Susu Tinggi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengakui bahwa susu merupakan salah satu menu dengan permintaan tinggi dalam program MBG.

“(Permintaan) susu memang banyak, kan kebutuhannya banyak,” kata Nanik di SMK Negeri 1 Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

Meski demikian, ia menegaskan pasokan nasional secara keseluruhan masih mencukupi, dan pemerintah tengah menyiapkan langkah penguatan produksi jangka menengah dan panjang.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, pemerintah membangun pabrik-pabrik baru serta memperluas basis produksi susu nasional melalui pengembangan peternakan sapi perah.

“Ini lagi dibangun pabrik-pabrik baru. Pemerintah sekarang juga lagi bangun 500 peternakan,” lanjut Nanik.

Menurutnya, meningkatnya penyerapan susu untuk program MBG justru berpotensi mendorong pertumbuhan industri persusuan nasional.

“Kalau permintaan naik, produksi pabrik juga ikut naik. Itu artinya bisa membuka lapangan kerja dan menggerakkan industri,” jelasnya.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!