TNI dan Polri Mendukung Kedisiplinan dan Keamanan di Sekolah Rakyat
Arah Baru – Siswa Sekolah Rakyat menerima berbagai fasilitas untuk mendukung proses belajar, termasuk pembinaan kedisiplinan yang dilakukan langsung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal ini saat meresmikan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1).
“Untuk pembinaan kedisiplinan, saya sungguh berterima kasih dibantu oleh Panglima TNI dan jajaran,” ujar Gus Ipul, panggilan akrabnya.
Selain itu, keamanan siswa dijamin oleh Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), sementara kebutuhan psikologis ditangani dengan penyediaan psikolog di setiap sekolah.
Kurikulum Sekolah Rakyat Bersifat Personal
Dalam kegiatan belajar, Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum personal yang dibimbing oleh guru-guru bersertifikasi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memandu langsung kurikulum dan proses rekrutmen guru.
“Tempat pendidikan dijalankan dengan kurikulum yang sangat personal dibimbing oleh guru-guru yang tersertifikasi,” kata Gus Ipul.
Pembelajaran 24 Jam
Sekolah berbentuk asrama ini memberikan pembelajaran selama 24 jam setiap hari, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan pemenuhan gizi siswa.
Tidak ada tes akademik konvensional di Sekolah Rakyat; sebagai gantinya, siswa mengikuti Tes DNA berbasis teknologi untuk memetakan potensi masing-masing. Pembelajaran juga dibantu oleh Learning Management System (LMS) dan setiap siswa serta guru mendapatkan laptop.
“Sekolah Rakyat adalah Kawah Candra Dimuka tempat di mana penjaga asa keluarga digembleng, dididik untuk menjadi pemutus rantai kemiskinan dan merubah masa depan,” ujar Gus Ipul.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi dilakukan secara serentak, dengan dukungan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




