8 Destinasi Wisata di Wonosobo, Tidak Hanya Dieng
Arah Baru – Wisata di Wonosobo memiliki daya tarik tersendiri. Letak geografis yang berada di wilayah pegunungan membuat daerah ini kaya akan wisata alamnya.
Wonosobo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Jawa Tengah. Berjarak 120 km dari ibu kota Jawa Tengah, Semarang dan 520 km dari ibu kota negara, Jakarta.
Dengan ketinggian 250 dpl – 2.250 dpl, sebagian besar wilayah Wonosobo merupakan pegunungan. Di bagian sisi timur, yang berbatasan dengan Kabupaten Temanggung, terdapat Gunung Sindoro (3.136 meter) dan Gunung Sumbing (3.371 meter).
Sedangkan di bagian sisi utara terdapat dataran tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prahu (2.565 meter), Telaga Menjer, dan Danau Cebong. Sementara di bagian selatan, terdapat Waduk Wadas Lintang yang termasuk wilayah dataran rendah Wonosobo.
Karena letaknya di daerah pegunungan, suhu udara di Wonosobo terasa sejuk berkisar pada 14,3 – 26,5 derajat celcius.
Rekomendasi Wisata di Wonosobo
Wisata di Wonosobo menjadi destinasi alternatif saat liburan bersama keluarga atau sahabat. Berikut ini adalah 10 rekomendasi destinasi wisata di Wonosobo:
Telaga Warna

Telaga warna merupakan tempat wisata yang instagramable. Terletak di kawasan dataran tinggi dieng, telaga warna menjadi jujukan favorit wisatawan saat berkunjung ke Wonosobo.
Daya tarik dari telaga warna ini adalah danaunya yang bisa berubah warna. Terkadang, telaga berwarna hijau dan kuning, terkadang pula berwarna-warni seperti pelangi.
Perubahan warna ini dikarenakan air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari mengenainya, maka warna air telaga tampak berwarna warni.
Selain menyajikan warna yang berubah-ubah, telaga warna juga terdapat taman yang indah.
Menurut pengalaman para traveler, telaga warna tampak makin indah saat matahari terbenam atau saat matahari terbit.
Bukit Sikunir

Salah satu wisata andalan di Wonosobo adalah bukit sikunir. Di sini, para wisatawan dapat menikmati sunrise terbaik se-Asia Tenggara. Wisatawan menyebutnya sebagai golden sunrise.
Waktu terbaik menikmati sunrise di bukit pada saat musim kemarau, yaitu antara bulan Juli hingga Oktober.
Selain sunrise, hal lain yang menjadi daya tarik bagi wisatawan adalah pemandangan barisan gunung yang terlihat jelas saat cuaca cerah.
Para wisatawan dapat dengan jelas menikmati pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Slamet, Gunung Merbabu, bahkan Gunung Merapi.
Untuk mencapai puncak bukit, para wisatawan membutuhkan perjalanan kaki sekitar 30-45 menit. Jangan khawatir! Trek pendakian relatif mudah karena berupa jalan setapak yang telah tertata.
Telaga Menjer

Wonosobo tidak hanya memiliki Telaga Warna. Ada telaga lain yang tak kalah menakjubkan, yaitu Telaga Menjer. Telaga ini terbentuk dari letusan Gunung Pakuwaja.
Disebut Telaga Menjer karena telaga ini ada di desa Menjer. Kini desa tersebut telah dimekarkan dan kini masuk dalam desa Maron.
Berada di ketinggia 1.300 mdpl, Telaga Menjer memiliki kedalaman sekitar 45 meter dan disebut-sebut sebagai danau terluas di kaki Dieng.
Selain sebagai tempat wisata, telaga juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air.
Wisatawan dapat menikmati keindahan Telaga Menjer dari ketinggian melalui bukit Seroja yang terletak di tepi telaga.
Bagi yang suka memancing, Telaga Menjer adalah salah satu tempat yang direkomendasikan.
Waduk Wadaslintang

Selain menyuguhkan destinasi indah di dataran tinggi, ternyata Wonosobo juga memiliki destinasi wisata dataran rendah.
Ada Waduk Wadaslintang yang merupakan waduk terbesar yang ada di Asia Tenggara dengan luas lebih dari 3000 hektar. Waduk ini terletak di bagian selatan Wadaslintang, Wonosobo, yang berbatasan dengan Padureso, Kebumen.
Waduk ini menyuguhkan panorama alam yang indah. Di atas perahu, pengunjung bisa menikmati keindahan alam berlatar bukit Serayu Selatan.
Di waduk ini, pengunjung juga bisa memancing dan melihat melihat budidaya ikan nila.
Selain sebagai objek wisata, waduk ini juga mempunyai fungsi pembangkit listrik, irigasi, mencegah banjir, dan budidaya ikan.
Kawah Sikidang

Kawah Sikidang terletak di dataran tinggi Dieng, tepatnya Bakal Buntu, Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kawah Sikidang ini termasuk kawah aktif terbesar yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Di sini terdapat satu telaga air panas kecil dengan air yang selalu mendidih.
Selain itu juga terdapat lapangan celah gas dengan titik-titik yang selalu berpindah-pindah di dalam suatu lapangan seluas lebih kurang 4 hektare.
Dari karakter inilah namanya berasal, karena penduduk setempat melihatnya seperti kijang (kidang dalam bahasa Jawa) yang melompat-lompat.
Kawah ini rata-rata berpindah tempat setiap empat tahun sekali membuat wisatawan berbondong-bondong menyaksikan aktivitas vulkanik secara langsung melihat semburan lumpur dan asap dari dasar kawah.
Dari semburan itu bau asap cukup menyengat dan sarankan untuk menggunakan masker.
Candi Arjuna

Seperti halnya Kawah Sikidang, Candi Arjuna juga terletak di Kabupaten Banjarnegara. Candi ini termasuk candi Hindu yang dibangun sekitar abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.
Di kompleks ini juga terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna terletak paling utara dari deretan percandian di kompleks tersebut.
Sementara itu, Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Kedua bangunan candi ini saling berhadapan.Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Terbesar di Dieng.
Di kompleks ini juga digelar event tahunan, yaitu Dieng Culture Festival
Kebun Teh Tambi

Lokasi Kebun Teh Tambi berada di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Lokasi kebun teh ini tidak sulit dijangkau karena berada di pinggir jalan.
Kebun Teh Tambi ini sudah ada sejak tahun 1865, saat Indonesia masih dijajah Belanda. Saat itu, kebun teh ini merupakan cabang dari salah satu perusahaan Belanda, Bagelen Thee & Kina Maatschaappij.
Daya tarik wisata ini adalah panorama kebun teh yang luas. Dengan luas sekitar 830 hektar, kebun teh mampu menghipnotis para wisatawan untuk singgah.
Untuk jam operasional, kebun teh dibuka dari pukul 07.30 hingga 17.00 setiap hari biasa atau weekdays. Sementara untuk weekend, jam operasional dibuka 07.00 hingga 17.00.
Untuk mendapatkan pemandangan yang indah, pastikan anda datang pada saat cuaca cerah.
Pemandian Air Panas Kalianget

Setelah seharian keliling Wonosobo, mungkin anda merasakan lelah. Pemandian air panas kalianget menjadi tempat yang cocok untuk relaksasi, dijamin bikin rileks dan bugar kembali.
Selain itu, pemandian air panas ini juga menjadi media yang tepat pengobatan khususnya penyakit kulit.
Meski ada banyak manfaatnya, jangan berendam terlalu lama di tempat ini. Air pemandian ini mengandung belerang akan membuat badan anda merasa lemas ketika terlalu lama berendam.
Pemandian air panas ini terletak Kelurahan Kalianget, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, sehingga pengunjung akan dengan mudah menemukannya. (*)
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




