Media Arahbaru
Beranda Ekonomi Industri Pedesaan Jadi Fokus Baru Pemerintah dan Wamenperin

Industri Pedesaan Jadi Fokus Baru Pemerintah dan Wamenperin

Arah Baru – Pemerintah mendorong inisiatif baru berupa program industrialisasi pedesaan. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengungkapkan bahwa salah satu bentuk konkret dari program ini adalah transformasi bengkel milik warga menjadi unit produksi peralatan pertanian.

“Kami mencatat ada sekitar 48 ribu bengkel di pedesaan. Jika mereka memproduksi alat pertanian, maka semua kebutuhan pertanian bisa tercukupi,” ujar Faisol dikutip dari Antara, Kamis (31/7/2025).

Faisol menyatakan bahwa inisiatif ini berpotensi mendorong peningkatan mutu hasil industri pertanian nasional, terutama jika pengelolaan lahan pertanian, baik milik individu maupun kelompok, dapat diambil alih dan diatur oleh negara.

“Saya yakin kualitas produksinya jauh lebih meningkat. Petani pun mendapat penghasilan jauh lebih baik,” katanya.

Ia menyebut bahwa langkah tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang mengedepankan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama.
Menurutnya, penerapan pasal tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, dalam peringatan Harlah ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta pada Rabu (23/7), Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengamalan Pasal 33 UUD 1945.

Dalam sambutannya, Presiden mengajak seluruh peserta untuk memperhatikan isi pasal tersebut, yang secara sederhana menegaskan bahwa negara harus memastikan rakyat hidup aman, sejahtera, bebas dari kelaparan dan kemiskinan.

Gen Z Kudu Punya 5 Keterampilan Ini untuk Hadapi Dunia Kerja

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat para mahasiswa akan memasuki babak baru dalam kehidupan mereka, yakni dunia kerja sebuah fase yang sarat tantangan dan terus berubah dengan cepat. Untuk itu, ia menekankan pentingnya generasi muda membekali diri dengan lima kompetensi utama.

Pertama, kesiapan secara intelektual. Hal ini mencakup kemampuan untuk menghadapi realitas dunia profesional, sekaligus memiliki pemahaman mendalam tentang warisan budaya seperti batik baik dari sisi sejarah maupun nilai filosofisnya serta kesadaran akan tekanan globalisasi terhadap budaya lokal.

Kedua, penguasaan keterampilan digital dan kreativitas. Di era digital saat ini, integrasi antara teknologi dan kreativitas sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

Anak muda dituntut untuk mengasah kemampuan di bidang seperti desain grafis, animasi, serta memanfaatkan platform digital, termasuk media sosial, sebagai sarana promosi budaya seperti batik dengan menjadi kreator konten.

“Ekosistem di Indonesia sebenarnya sangat mendukung untuk digitalisasi. Masalahnya, infrastruktur digital kita belum belum kuat dan merata. Karena itu, Kementerian Perindustrian terus bekerja keras supaya infrastruktur digital juga dimiliki oleh bangsa kita dengan sebaik-baiknya,” kata Faisol pada kuliah umum “Membatik Pikiran, Mewarnai Karakter, Menjahit Cita-Cita” dalam rangkaian Industrial Festival feat. Gelar Batik Nusantara 2025 di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Ketiga, keterlibatan dalam dunia wirausaha. Apabila anak muda dapat menghimpun berbagai potensi kewirausahaan yang dimiliki, mengatur dengan cermat, dan menjalankannya secara efektif, maka usaha tersebut berpeluang berkembang menjadi sektor industri berskala besar.

“Untuk memulainya, dapat dilakukan dengan membangun brand lokal berbasis batik dengan pendekatan modern seperti streetwearm sustainable, dan fashion,” ujarnya.

Skill Lainnya

Keempat, kesadaran terhadap isu sosial dan lingkungan. Contohnya dapat terlihat dari kepedulian generasi muda terhadap berbagai topik penting saat ini, seperti kampanye pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga upaya menjaga kebersihan sungai dari pencemaran.

Menurut Faisol, kepedulian ini merupakan kekuatan besar yang bisa mendorong generasi muda mewujudkan tujuan dan visi masa depan mereka.

Kelima, rasa percaya diri dan keterlibatan aktif. Wakil Menteri Perindustrian menekankan pentingnya anak muda memiliki tekad kuat sebagai kompas untuk meraih impian.

Ia juga mengimbau agar mereka membiasakan diri membuat perencanaan yang matang, sehingga energi dan semangat mereka bisa tersalurkan secara tepat dan terarah.

“Kalian adalah harapan kita semua, masa depan Indonesia. Oleh karena itu, jangan pertarungkan hidup kalian untuk sesuatu yang rasanya jauh dari cita-cita dan tujuan. Tentu saya juga berharap bahwa adik-adik terus mencintai batik,” ujarnya.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!