Media Arahbaru
Beranda Jakarta Jakarta Siapkan 500 Lokasi Sambut 500 Tahun Kota

Jakarta Siapkan 500 Lokasi Sambut 500 Tahun Kota

Arah Baru – Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bersama berbagai pihak tengah menyiapkan 500 lokasi sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-500 Kota Jakarta.

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyampaikan, “Saya diberikan tugas oleh Gubernur untuk menyiapkan perayaan 500 tahun Jakarta,” seperti yang dilaporkan Antara, Rabu (27/8/2025).

Dalam pelaksanaannya, Rano Karno telah melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta. Ia menegaskan, “Untuk ini harus dibentuk tim khusus, karena ini tidak bisa dikerjakan selain orang yang ahli.”

Budayawan Hilmar Farid mengungkapkan bahwa kegiatan akan berlangsung di 500 titik yang tersebar di 267 kelurahan, dengan mengusung tema “Titik Temu”. Ia menjelaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas dan perkumpulan warga, akan dilibatkan.

“Jadi yang dilibatkan teman-teman di akar rumput, komunitas, perkumpulan warga, RW, RT dan seterusnya, untuk mulai menggerakkan kegiatan-kegiatan menyambut 500 tahun di tahun 2027,” ujar Hilmar.

Acara ini akan diselenggarakan dari sekarang hingga Juni 2027 dan tidak hanya akan menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga mengangkat berbagai isu kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan warga sehari-hari.

“Hal ini sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota plural yang menghadapi beragam persoalan, mulai dari utilitas, lingkungan hingga keamanan,” lanjut Hilmar.

“Jakarta ini kan sangat plural, ada persoalan air bersih, sampah, keamanan dan seterusnya. Ini yang semua kami berusaha rangkum dan mencari tempat untuk bisa membicarakan semua,” tambahnya.

Hilmar berharap tema “Titik Temu” tidak hanya menjadi wadah seni, tetapi juga sebagai representasi kebudayaan yang lebih luas sehingga memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap peringatan 500 tahun Jakarta.

Kemacetan Mengintai, 2.500-3.000 Kendaraan Baru Setiap Hari Muncul di Jakarta

Di sisi lain, data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terjadi penambahan kendaraan bermotor di Jakarta sebanyak 850.901 unit.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, saat apel pengendalian kemacetan yang berlangsung di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025), yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Rano Karno.

“Bapak Wakil Gubernur, Polda Metro Jaya mencatat di akhir tahun 2024, pertumbuhan kendaraan dalam satu tahun tercatat 850.901 kendaraan,” ungkap Komarudin.

Rata-rata, setiap hari ada sekitar 2.500 hingga 3.000 kendaraan baru yang melintasi jalanan Jakarta, dengan sekitar 10 persen di antaranya berupa mobil.

“Kalau kita bagi juga 850.000, kita anggap 10% saja itu roda empat, berarti akan ada di kisaran angka 85.000,” jelas Komarudin.

Rano Karno menggambarkan bahwa jika setiap kendaraan memiliki panjang sekitar 2 meter, maka 1 persen dari mobil baru tersebut sudah memerlukan lahan parkir sepanjang 16 kilometer, yang turut menyumbang kemacetan.

“Inilah gambaran kira-kira, kenapa setiap hari Jakarta akan semakin padat, yang tentunya pertumbuhan kendaraan yang tidak disertai dengan tingkat kepatuhan, ini hanya akan menambah permasalahan baru.”

Untuk mengurangi permasalahan tersebut, program Mandala Quick Response diluncurkan oleh polisi bersama Dinas Perhubungan. Program ini bertujuan membangun kesadaran berbudaya lalu lintas dan memanfaatkan 4.438 kamera pengawas yang tersebar di seluruh Jakarta.

Menurut evaluasi dua bulan terakhir, program ini berhasil mempercepat penguraian kemacetan di ruas Sudirman-Thamrin, dari sebelumnya pukul 21.30 menjadi sekitar pukul 20.00–20.30.

“Dengan aplikasi ini kita menggerakkan lebih cepat. Artinya kita telah bisa mempercepat, mengurangi waktu antara 30 menit sampai dengan 1 jam di Jakarta ini bisa terurai,” ujar Rano Karno.

Selain memantau kemacetan, sistem Mandala juga digunakan untuk mengawasi ambulans, mobil patroli, dan derek Dishub, yang dilengkapi kamera dashcam agar operator dapat mengarahkan armada terdekat saat keadaan darurat.

“Sehingga dalam setiap kegiatan ambulan, mungkin saat ini kalau misalnya Bapak lihat banyak ambulan-ambulan yang dikawal-kawal sipil, nah itu tidak dibenarkan. Maka nanti akan kita berikan akses jalur mana yang bisa dilintasi, sehingga para driver ambulan tidak lagi meraba-raba situasi Jakarta,” jelasnya.

“Nanti akan diawaki oleh para operator, operator dari Kepolisian, operator Dinas Perhubungan, Satpol PP, sementara ini termasuk nanti teman-teman dari Pomdam juga akan bersama kami,” tutup Rano Karno.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!