Media Arahbaru
Beranda Sosial Budaya Madura Jadi Fokus, Gus Ipul Dorong Sosialisasi Sekolah Rakyat hingga ke Pesantren

Madura Jadi Fokus, Gus Ipul Dorong Sosialisasi Sekolah Rakyat hingga ke Pesantren

Arah Baru – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan pengarahan kepada para Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat kecamatan hingga kabupaten di seluruh Madura secara virtual dari Kantor Kementerian Sosial di Jakarta, Kamis (30/4). Fokus utama arahan tersebut adalah memastikan proses penjangkauan calon peserta Sekolah Rakyat dilakukan secara tepat dan sesuai sasaran.

Penjangkauan Harus Tepat Sasaran

Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai implementasi amanat konstitusi untuk melindungi fakir miskin dan anak-anak terlantar. Karena itu, program ini harus diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Utamakan anak-anak terlantar, anak-anak yang masuk dalam kategori miskin ekstrem,” tegas Gus Ipul dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Ia mengingatkan agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses penjangkauan, terutama dengan merekrut anak-anak yang telah bersekolah atau sedang menempuh pendidikan di pesantren.

“Jangan sekali-sekali mengambil siswa yang sudah sekolah di tempat lain atau sedang berada di pesantren,” ujarnya.

Berbasis Data dan Verifikasi Lapangan

Gus Ipul menegaskan bahwa mekanisme penerimaan Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Sebaliknya, proses dilakukan melalui penjangkauan berbasis data resmi yang kemudian diverifikasi secara langsung di lapangan.

“Tidak ada pendaftaran Sekolah Rakyat, yang ada adalah penjangkauan. Datanya ada, faktanya sesuai, itu yang kita pegang,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan program. Segala bentuk praktik titipan, manipulasi data, maupun penerimaan imbalan dalam bentuk apa pun dinyatakan sebagai pelanggaran serius.

Pentingnya Komunikasi di Wilayah Pesantren

Khusus untuk wilayah Madura yang memiliki tradisi pesantren yang kuat, para pendamping PKH diminta tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Sosialisasi perlu dilakukan kepada tokoh masyarakat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, ulama, hingga para kiai agar tujuan program dapat dipahami secara menyeluruh.

“Madura ini gudangnya pesantren, banyak ulama, banyak kiai yang harus kita hormati. Maka komunikasi harus dijaga dengan baik,” pesannya.

Empat Aspek Utama dalam Penjangkauan

Dalam proses identifikasi calon siswa, Gus Ipul menegaskan pentingnya memastikan empat hal pokok: kesesuaian data dengan kondisi nyata di lapangan, status anak yang belum bersekolah atau berisiko putus sekolah, kesiapan mengikuti sistem pendidikan berasrama, serta adanya persetujuan dari keluarga.

Jalankan Amanah dengan Rendah Hati

Di akhir arahannya, Gus Ipul mengingatkan para pendamping PKH untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tanpa sikap berlebihan.

“Jangan gagah-gagahan, jangan ada jumawa. Kita ini sedang menjalankan amanah negara,” katanya, mengingatkan.

Ia pun mengajak seluruh pendamping untuk bekerja dengan ketulusan, menjaga kepercayaan yang diberikan negara, dan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul turut didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, serta Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!