Media Arahbaru
Beranda Pemerintahan Pelaku Ancaman Bom SD Srengseng Sawah Teridentifikasi, Abdul Mu’ti Minta Sekolah Tetap Aman

Pelaku Ancaman Bom SD Srengseng Sawah Teridentifikasi, Abdul Mu’ti Minta Sekolah Tetap Aman

Arah Baru – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan tanggapan terkait ancaman bom yang sempat terjadi di SD Negeri Srengseng Sawah 15, Jakarta, pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan aparat kepolisian, ancaman tersebut tidak terbukti dan dipastikan hanya merupakan aksi iseng.

“Alhamdulillah tadi saya ke SD Negeri Srengseng Sawah 15, yang kemarin sempat ada peristiwa ancaman bom. Ternyata setelah dilakukan investigasi oleh kepolisian, itu hanya iseng saja, tidak terbukti,” kata Mu’ti saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Pelaku Sudah Ditangkap

Pihak kepolisian telah mengungkap identitas pelaku ancaman bom tersebut. Pelaku diketahui berinisial MY dan merupakan orang tua dari salah seorang siswa di SD Negeri Srengseng Sawah 15.

Saat ini, aparat masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif di balik perbuatan tersebut. Tindakan pelaku dinilai telah menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah sehingga proses penyelidikan terus dilakukan.

Mu’ti menilai bahwa meskipun sempat terjadi kepanikan akibat ancaman tersebut, kegiatan MPLS tetap berlangsung dengan baik. Para peserta didik baru disebut tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa rasa takut.

“Semuanya mengikuti MPLS dengan gembira, mengikuti dengan ceria dan tidak ada sama sekali terkesan rasa takut dan sebagainya di antara para murid, orang tua, dan guru,” kata Mu’ti.

MPLS Harus Menyenangkan dan Aman

Mu’ti menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan MPLS seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi sarana mengenali potensi serta minat siswa.

“Pendekatan kami adalah pendekatan yang menyenangkan. Ini adalah momen untuk penelusuran bakat dan minat anak. Kami ingin menjadikan momentum MPLS ini untuk memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying),” kata Mu’ti.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memberikan edukasi kepada siswa maupun masyarakat mengenai berbagai bentuk ancaman di lingkungan pendidikan, termasuk perundungan siber (cyberbullying) dan tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan sekolah. Mu’ti berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!