Arogansi Mempelajari Filsafat: Tinjauan Psikologi
Oleh: Ugha Anugrah (Mahasiswa Magister Filsafat Islam STAI Sadra dan Magister Bimbingan Konseling UNJ)
Filsafat adalah salah satu disiplin ilmu yang mempelajari tentang kebijaksanaan hidup. Namun, seringkali orang menganggap bahwa belajar filsafat dapat membuat seseorang menjadi arogan dan kehilangan kebijaksanaan nya. Untuk itu akan diulas tinjauan psikologi terkait dengan pernyataan tersebut.
Pertama-tama, perlu dipahami bahwa belajar filsafat tidaklah sama dengan menjadi arogan. Sebaliknya, belajar filsafat dapat membantu seseorang untuk lebih memahami dirinya sendiri dan dunia sekitarnya. Pada proses mempelajari filsafat, seseorang akan diajak untuk berpikir kritis dan analitis terhadap berbagai masalah yang dihadapinya. Hal ini dapat membantu seseorang untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih baik dan lebih terbuka terhadap berbagai sudut pandang yang berbeda.
Namun, jika seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri, maka belajar filsafat dapat menjadi bumerang terhadap dirinya. Ketidak mampuan mengendalikan dirinya sendiri dapat mengantar seseorang menjadi arogan dan merasa bahwa pendapatnya lah yang paling benar. Hal ini dapat terjadi karena seseorang merasa bahwa dirinya telah memiliki pengetahuan yang mendalam dan lebih luas dibandingkan dengan orang lain.
Dalam psikologi, fenomena ini dikenal dengan istilah “efek Dunning-Kruger” (1999). Efek ini terjadi ketika seseorang merasa bahwa dirinya lebih pintar daripada yang sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan seseorang untuk mengevaluasi dirinya sendiri secara objektif. Efek ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada mereka yang baru saja mempelajari filsafat.
Untuk terhindar dari efek Dunning-Kruger, seseorang perlu belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri dan tetap terbuka terhadap sudut pandang yang berbeda. Seseorang juga perlu belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan tidak merasa bahwa dirinya lebih pintar daripada orang lain. Dengan cara ini, belajar filsafat dapat membantu seseorang untuk menjadi lebih bijaksana dan terbuka terhadap sudut pandang yang berbeda.
Sebagai simpulan, belajar filsafat tidaklah membuat seseorang menjadi arogan dan kehilangan kebijaksanaan nya. Sebaliknya, belajar filsafat dapat membantu seseorang untuk menjadi lebih bijaksana dan terbuka terhadap sudut pandang yang berbeda.
Namun, seseorang perlu belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri dan tetap terbuka terhadap pendapat orang lain. Dengan cara ini, seseorang dapat menghindari efek Dunning-Kruger dan menjadi lebih bijaksana dalam hidupnya.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




