Media Arahbaru
Beranda Berita Al-Qur’an Diinjak dan Dirobek Pada Aksi Unjuk Rasa di Belanda

Al-Qur’an Diinjak dan Dirobek Pada Aksi Unjuk Rasa di Belanda

Arah Baru – Dalam unjuk rasa yang digelar di luar Kedutaan Besar Turki di Den Haag, Belanda. Terdapat seorang aktivis sayap kanan yang melakukan aksi menginjak Al-Qur’an dan merobek-robek kitab suci umat islam tersebut.

Dilansir dari AFP pada Sabtu (19/08), diketahui jika Pemerintah Belanda telah mengecam aksi yang dinilai provokatif pada Jumat (!8/8) waktu setempat meskipun mereka mengatakan tidak ada dasar hukum untuk mencegah tindakan tersebut.

Diketahu pelaku aksi tersebut adalah Edwin Wagendveld yang merupakan pemimpin kelompok sayap kanan Pegida cabang Belanda ini yang dimana dirinya melakukan aksinya tersebut bersama dengan dua orang lainnya.

Pada aksi tersebut juga diketahui akhirnya terdapat aksi tandingan di lokasi yang sama dengan dihadiri sekitar 50 massa lainnya dan juga dua aksi ini diamankan oleh kepolisian setempat dengan menutup akses ke ruas jalan yang menjadi lokasi aksi.

Saat aksinya merobek Al-Qur’an tersebut, akhirnya Wagensveld dilempari bebatuan oleh massa aksi tandingannya dan diketahui dirinya melarikan diri meninggalkan lokasi usai dilempari batu tersebut dan dikejar oleh polisi yang mengamankan aksi tersebut.

Sebelumnya pada Jumat (!8/8) pagi, Menetri Kehakiman Belanda Dilan Yesilgoz yang merupakan warga negara Belanda keturunan Turki menyebut jika rencana aksi Wagensveld yang akan merobek dan menginjak Al-Qur’an tersebut dinilai cukup primitif dan menyedihkan.

Namun, Yesilgoz menyebut jika saat ini hukum Belanda tidak bisa menjerat Wagensveld lantaran tidak adanya hukum yang mengatur hal tersebut.

Diketahui jika aksi yang dilakukan oleh Wagensveld pernah dilakukan sebelumnya dia menyamakan Al-Qur’an dengan buku “Mein Kampf” karya Adolf Hitler ynag akhirnya membuatnya disidang di pengadilan Belanda.

Diketahui juga aksi Wagensveld tersebut didukung secara langsung oleh Geert Wilders yang merupakan pimpinan Partai sayap kanan PVV yang dimana dukungannya tersebut diberikan secara langsung melalui pesan online.

Aksi-aksi serupa juga sedang marak terjadi di beberapa Negara Eropa lainnya seperti Swedia dan Denmark yang dimana aksi semacam itu menimbulkan kemarahan dan kerusuhan di beberapa Negara yang mayoritas beragama islam. (Brt/Ab)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!