Fri. Feb 23rd, 2024

Anggota DPR RI Sebut BRIN Belum Menghasilkan Apa-Apa

By Nasir Feb 10, 2023 #BRIN #DPR #Mulyanto #PKS
#image_title

Arahbaru – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai keberadaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) belum menghasilkan apa-apa.

Ia mengatakan format kelembagaan BRIN yang menggabungkan seluruh tugas dan fungsi riset di kementerian dan lembaga (K/L) tidak berhasil.

“Harus diakui, integrasi kelembagaan IPTEK yang dimaknai dengan peleburan seluruh lembaga Litbang ke dalam BRIN, (menjadi) satu lembaga superbody yang sentralistik, menuai banyak pertentangan. Kalau tidak ingin dikatakan gagal,” ujar Mulyanto yang dikutip dari situs DPR, Jumat (10/02/2023).

“Alih-alih terjadi proses konsolidasi yang menyeluruh, yang muncul malah kondisi transisional yang berkepanjangan baik dari aspek SDM, organisasi, pendanaan dan anggaran riset, perencanaan program, peralatan dan ruang laboratorium, infrastruktur riset, aset, bahkan kursi dan ruang kerja,” tambahnya.

Menurut Mulyanto, apa yang terjadi pada BRIN ini disebabkan oleh proses pembentukan kelembagaan BRIN bertele-tele, menuai kontroversial, penuh resiko, menimbulkan banyak korban dan inkonstitusional.

Karena itu, Mulyanto mendorong Presiden Joko Widodo dan Ketua Dewan Pengarah BRIN untuk bertindak cepat. Sebab proses penggabungan lembaga riset ini mulai menelan korban yang tidak sedikit.

Bahkan, ia mengingatkan, kalau masalah ini terus dibiarkan bisa membuat kegiatan riset nasional kacau balau.

“Belum lama ini kita dengar kisah tragis ratusan tenaga terampil dari kapal Baruna Jaya yang baru saja bersandar usai misi pelayaran, langsung di-PHK (Pemutusan hubungan kerja). Begitu juga para ahli yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19 di LBM Eijkman diberhentikan dan laboratoriumnya dipindah paksa. Hari ini laboratorium LAPAN di Pasuruan, Jawa Timur ditutup. Maka Tak kurang menuai protes NASA,” tambahnya.

Diungkapkan politisi dari Fraksi PKS ini, jika kejadian tersebut terus berlangsung, lama-lama Indonesia kekurangan peneliti dan periset yang sangat dibutuhkan.

Oleh karenanya Ia mendesak Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang kelembagaan BRIN yang sentralistik seperti saat ini. 

“Mau sampai kapan Pemerintah membiarkan peristiwa ini terus terjadi,” tegasnya. (*)

By Nasir

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!