Anies Baswedan : Pemilu Bukan Untuk Meneruskan Pemerintahan Sebelumnya
Arah Baru – Pernyataan bernada sarkasme dilontarkan oleh bakal calon presiden dari koalisi perubahan untuk persatuan, Anies Baswedan yang mengucapkan bahwasanya pemilu hakikatnya untuk melempangkan jalan menuju tujuan Negara ini.
Anies menyebut bahwasanya secara kesejarahan, Indonesia sudah memiliki cerita yang sangat panjang yang dimulai dari adanya cita-cita pasca kemerdekaan pada Tahun 1945.
“Alhamdulillah perjalanan kita sudah panjang dan tadi sudah digarisbawahi, bahwa perjalanan bangsa ini dimulai dengan membentuk sebuah negara, bernama negara Republik Indonesia. Tahunnya 1945, sejak tahun 1945 sebagai negara kita ingin meraih sebuah cita-cita. Saya biasa istilahkan, janji kemerdekaan,” kata Anies di acara halal bihalal PKS Kota Bogor di GOR Pajajaran pada Minggu (11/06/2023).
Bahkan Anies memperjelas maksud dari janji kemerdekaan yang dia maksud tersebut, bahwa menurutnya janji kemerdekaan tersbut akan dievaluasi setiap lima Tahun sekali dalam bentuk pemilu.
“Jadi kemerdekaan kita, sebagai negara, dalam perjalanannya setiap lima tahun sekali, mengevaluasi rute perjalanan,” ujar mantan Gubernur DKI tersebut.
Anies mengibaratkan sebagai sebuah negara ibaratnya seperti regu yang setiap lima Tahun harus beristirahat sejenak untuk melakukan evaluasi apakah masih di jalan yang benar, serta harus melihat kembali siapa yang akan memimpin regu tersebut.
“Jadi kalau ada Pemilu 2024, ini bukan soal meneruskan yang kemarin. Pemilu adalah melempangkan jalan menuju tujuan republik ini. Jadi, tidak usah khawatir. Kenapa? Karena memang tujuannya bukan soal menengok lima atau sepuluh tahun terakhir. Tujuannya adalah kita setiap lima tahunan berhenti sejenak menentukan arah, menentukan siapa yang siap memimpin regu ini lagi dalam lima tahun ke depan,” kata Anies.
Anies pun turut menjelaskan terkait dengan narasi perubahan yang akhir-akhir ini mulai banyak dikritik lantaran menguatnya narasi untuk dapat melanjutkan program pemerintahan Jokowi.
Menurut Anies, narasi perubahan yang dimaksudkan adlaah bukan kemudian menghapus secara radikal legacy dari pemerintahan saat ini, namun perubahan yang dimaksud adalah memberikan rasa keadilan dalam setiap langkah yang diambil oleh pemerintah kedepan.
“Jadi artinya di semua aspek. Di semua aspek perubahannya bukan menghentikan, bukan soal meneruskan, perubahannya soal memasukkan unsur keadilan dalam setiap kebijakan yang dibuat. Maka kita berharap dengan cara seperti itu, ada keberlanjutan, tapi juga ada perubahan. Ada keberlanjutan dan perubahan, karena tidak mungkin hanya berlanjut saja, tidak mungkin hanya perubahan saja, tapi unsur keadilan,” ucap Anies Baswedan.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




