AS Soroti Uji Coba Rudal Nuklir China, Sebut Modernisasi Persenjataan Beijing Mengkhawatirkan
Arah Baru – Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan keprihatinannya terhadap perkembangan program nuklir China menyusul peluncuran rudal dari kapal selam bertenaga nuklir yang dilakukan Beijing. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari percepatan modernisasi militer Negeri Tirai Bambu.
Peluncuran rudal yang berlangsung di kawasan Samudra Pasifik pada Senin (6/7) terjadi dua tahun setelah China melakukan uji coba rudal balistik antarbenua ke wilayah perairan dekat Polinesia Prancis. Saat itu, peluncuran tersebut menjadi yang pertama melintasi perairan internasional dalam lebih dari empat dekade.
Sejumlah analis menilai uji coba terbaru itu mencerminkan peningkatan kemampuan strategis militer China, termasuk potensi menjangkau wilayah daratan Amerika Serikat. Penilaian tersebut muncul di tengah hubungan kedua negara yang masih diwarnai persaingan, meski pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya membuka ruang rekonsiliasi.
“Pada saat Amerika Serikat bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mencegah proliferasi nuklir, China justru melakukan sebaliknya,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott.
“Peningkatan persenjataan nuklir Beijing yang cepat dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi kawasan dan dunia,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, pada Februari lalu, Amerika Serikat membiarkan Perjanjian New START, yang merupakan kesepakatan terakhir mengenai pengendalian senjata nuklir dengan Rusia, berakhir. Washington menginginkan perjanjian baru yang juga melibatkan China sebagai salah satu pihak.
Namun, usulan tersebut tidak mendapat persetujuan dari Beijing. Meski jumlah hulu ledak nuklir China masih lebih sedikit dibandingkan Rusia, kapasitas persenjataannya terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Departemen Luar Negeri AS mendesak China untuk “terlibat dalam diskusi pengendalian senjata yang bermakna dan berkomitmen pada pengaturan pemberitahuan yang teratur untuk semua peluncuran rudal balistik jarak jauh dan peluncuran antariksa.”
Sementara itu, juru bicara angkatan laut China, Wang Xuemeng, menegaskan peluncuran rudal tersebut merupakan bagian dari agenda latihan militer tahunan yang telah dijadwalkan. Ia juga menyebut negara-negara terkait sudah menerima pemberitahuan sebelum uji coba dilakukan.
Juru bicara angkatan laut China, Wang Xuemeng, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di WeChat, bahwa uji coba peluncuran tersebut adalah “pengaturan rutin dari pelatihan militer tahunan China,” dan bahwa “negara-negara terkait telah diberitahu sebelumnya.”
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




