BKN Fokus Terapkan Sistem Manajemen Talenta di Seluruh Instansi Pemerintah
Arah Baru – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa penerapan sistem manajemen talenta menjadi fokus utama dalam upaya transformasi kepegawaian nasional.
Ia yakin sistem ini akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh instansi pemerintah mulai September 2025.
Pernyataan ini disampaikan saat Seminar Nasional Manajemen Talenta dan Penandatanganan Komitmen Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam rangka percepatan implementasi sistem, yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara.
“Manajemen talenta bukan lagi wacana, ini adalah keniscayaan. ASN kita harus ditempatkan sesuai dengan kompetensinya—baik skill, knowledge, maupun attitude-nya,” ujar Zudan dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7/2025).
Sistem ini memungkinkan pengembangan karier ASN melalui jalur-jalur yang disesuaikan dengan potensi dan kinerja individu, seperti jalur cepat (fast track), jalur reguler, dan jalur bertahap. Model ini diyakini akan mempercepat pengisian jabatan strategis dan mendorong percepatan karier bagi ASN yang berkinerja unggul.
Zudan mencontohkan penerapan nyata manajemen talenta di lingkungan BKN sendiri, di mana pengisian jabatan dilakukan tanpa open bidding, melainkan berdasarkan data kinerja dan potensi yang terekam dalam sistem.
“Kalau kepala dinas pertanian pensiun minggu ini, penggantinya minggu depan sudah bisa dilantik. Karena kita sudah tahu siapa yang layak dan siap berdasarkan sistem,” jelasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara BKD dan BKPSDM di seluruh daerah agar sistem ini dapat berjalan efektif. Dukungan penuh dari pemerintah daerah sangat diperlukan agar manajemen talenta menjadi pondasi bagi birokrasi yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Lepas 35 Mahasiswa PIK, Kepala BKN Ingatkan Integritas dan Adaptabilitas
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif, menekankan pentingnya para calon Aparatur Sipil Negara (ASN) membangun citra diri yang kuat dan positif. Hal ini disampaikannya dalam acara pelepasan 35 mahasiswa Pendidikan Ilmu Kepegawaian (PIK) Angkatan XIV.
Zudan menegaskan bahwa kompetensi dan integritas menjadi dasar utama profesionalisme ASN. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang pesat.
“Jadilah fleksibel dalam berpikir dan bertindak. Kemampuan untuk beradaptasi di tengah perubahan adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang di dunia kerja saat ini,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/7/2025).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, turut hadir sebagai pemateri. Ia mengungkapkan, ASN memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa.
“ASN berperan sebesar 78,4% dalam kemajuan sebuah negara. Saya harap lulusan PIK BKN dapat menjadi agen perubahan untuk birokrasi yang lebih modern dan responsif,” ujar Stella dalam paparannya.
Menjunjung Tinggi Integritas
Acara pelepasan ini menjadi simbol kesiapan para alumni PIK untuk menjalankan tugas di berbagai instansi pemerintahan. Sejak peluncurannya pada 2007, program PIK BKN telah mencetak 486 lulusan yang kini tersebar di 212 kementerian, lembaga, serta pemerintahan daerah di seluruh Nusantara.
Di akhir sambutannya, Zudan mengingatkan kembali pentingnya menjaga kompetensi dan integritas oleh para lulusan dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Karena kompetensi dan integritas itulah yang akan menjadi nilai jual kalian di masyarakat serta di dunia profesional,” pesannya.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi madya dan pratama BKN, memperkuat dukungan terhadap generasi baru ASN yang siap membawa perubahan positif dalam tata kelola kepegawaian nasional.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




