Media Arahbaru
Beranda Bisnis BPI Danantara Fokus Restrukturisasi Bisnis Asuransi BUMN Tahun Ini

BPI Danantara Fokus Restrukturisasi Bisnis Asuransi BUMN Tahun Ini

Arah Baru – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) fokus pada perbaikan kondisi keuangan di sektor asuransi milik perusahaan pelat merah.

Hal ini disebabkan dampak dari penjaminan yang diberikan BUMN Asuransi, termasuk penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa restrukturisasi bisnis asuransi BUMN menjadi salah satu target utama tahun ini. Dari total 22 rencana kerja Danantara, fokus pada asuransi menjadi prioritas.

“Kami melakukan restrukturisasi dan pembenahan di bisnis asuransi kami. Ini karena pengaruh penjaminan KUR dan hal-hal lain,” ujar Dony saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta.

Meski tidak merinci permasalahan spesifik yang dialami oleh BUMN asuransi, Dony menegaskan bahwa seluruh unit bisnis BUMN akan menjalani proses perbaikan.

“Kami akan menjalankan proses pemulihan di seluruh perusahaan kami,” tegasnya.

Selain itu, perbaikan bisnis juga mencakup penggabungan subholding di bawah PT Pertamina (Persero) serta rencana merger antara Pelita Air dan Garuda Indonesia.

Dony juga menyinggung penyelesaian masalah yang dihadapi Krakatau Steel, yang juga mengalami kendala keuangan.

Proses Pembentukan Holding BUMN Karya

Sebelumnya, Danantara juga tengah mengkaji pembentukan Holding BUMN Karya dengan beberapa tahapan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

COO Danantara ini menyatakan masih menyusun berbagai opsi untuk menggabungkan sejumlah BUMN di sektor konstruksi, dengan tujuan meningkatkan kesehatan operasional dan keuangan perusahaan.

“Holding Karya saat ini sedang kami proses. Kami sedang mempertimbangkan berbagai pilihan untuk melakukan merger. Tentu kita ingin perusahaan karya kita menjadi lebih sehat, dan ini akan melibatkan konsolidasi,” ungkap Dony di Graha Mandiri.

Tahapan Bertahap Hingga Akhir Tahun

Dalam proposal awal, Danantara berencana merampingkan BUMN Karya menjadi tiga perusahaan besar yang sehat.

Rencana ini sudah mulai digagas sejak masa kepemimpinan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. Proses konsolidasi masih berjalan dan diharapkan sebagian bisa rampung pada akhir 2025.

“Kami terus melanjutkan proses ini dan berharap pada akhir tahun nanti beberapa tahapannya sudah selesai,” jelasnya. “Intinya, di Danantara kami akan terus melakukan perbaikan di semua perusahaan kami,” tambahnya.

Meningkatkan Daya Saing

Dony menekankan bahwa tujuan dari konsolidasi ini adalah untuk memperkuat daya saing perusahaan, terutama bagi BUMN sejenis.

“Kami ingin perusahaan-perusahaan sejenis ini dikonsolidasikan supaya mereka punya daya saing. Kami tidak ingin banyak perusahaan yang sejenis tapi tidak kompetitif, jadi proses ini sangat penting,” tutup Dony.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!