Media Arahbaru
Beranda Ekonomi Dampak MSCI dan Konflik Timur Tengah, IHSG Hadapi Tantangan Berat

Dampak MSCI dan Konflik Timur Tengah, IHSG Hadapi Tantangan Berat

Arah Baru – Pasar saham Indonesia belakangan menjadi perhatian luas, terutama setelah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait perubahan metode penghitungan free float.

Dampak dari pengumuman tersebut langsung terasa di bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan tajam hingga 7,35% dan menyentuh level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1/2026) setelah rilis MSCI.

Pada hari yang sama, otoritas bursa memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) di sesi II karena IHSG turun hingga 8%. Kondisi serupa kembali terjadi pada keesokan harinya (29/1), ketika IHSG kembali merosot hingga 8% sehingga perdagangan kembali dihentikan sementara.

Merespons kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah membuka akses data kepemilikan saham di atas 1% kepada publik.

Langkah ini merujuk pada Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026. Melalui kebijakan tersebut, BEI dan KSEI ditunjuk sebagai pihak yang menyediakan informasi kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada masyarakat. Transparansi ini juga menjadi bagian dari usulan reformasi pasar modal kepada MSCI dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).

“Per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1% itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX,” ungkap Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026) lalu.

Di tengah upaya pemulihan tersebut, pasar modal domestik kembali menghadapi tekanan baru dari dinamika global. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah turut memicu volatilitas pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Akibatnya, IHSG sempat terkoreksi hingga ke level 6.945,50.

Pertanyaan mengenai peluang pemulihan IHSG pun mengemuka. Hal ini akan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional.

Forum tersebut akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, anggota legislatif, hingga pelaku industri, guna merumuskan langkah bersama dalam memperkuat kebijakan fiskal, menjaga stabilitas sistem keuangan, mempercepat arus investasi, serta mendorong sektor-sektor utama pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Menara Bank Mega pada Selasa, 7 April 2026, dengan menghadirkan sejumlah pembicara seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!