Media Arahbaru
Beranda Berita Ditengah PDIP Usulkan Duet Ganjar-Gibran, PPP Tetap Rekomendasikan Sandiaga Uno

Ditengah PDIP Usulkan Duet Ganjar-Gibran, PPP Tetap Rekomendasikan Sandiaga Uno

Arah Baru – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Baidhowi (Awiek) memberikan tanggapan atas Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang membuka peluang adanya pasangan Ganjar-Gibran.

Awiek mengatakan jika sampai saat ini DPP PPP masih tetap mengikuti rekomendasi dari Rapimnas PPP untuk merekomendasikan Sandiaga Uno sebagai Cawapres pendamping Ganjar.

“Kalau PPP tetap sesuai dengan keputusan rapimnas bahwa PPP merekomendasikan Pak Sandi,” kata Awiek kepada wartawan, Jumat (18/08).

Meski begitu, Awiek tidak terlalu mempersoalkan masalah peluang Gibran tersebut. Malah menurutnya saat ini PDIP dan PPP belum ada obrolan lebih lanjut mengenai Cawapres dari Ganjar.

“Ya namanya peluang kan boleh boleh saja. Apa yang disampaikan Mbak Puan kan mengantisipasi atau melihat sebuah peluang. Sampai saat ini belum ada pembicaraan siapa calon pendamping Pak Ganjar,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui jika Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengatakan terdapat kemungkinan akan menduetkan Ganjar-Gibran di Pilpres 2024 nanti. Hal tersebut menurutnya masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai permohonan uji materi ambang batas minimal syarat Capres dan Cawapres.

“Kita mencermati hal tersebut, kalau emang kemudian di MK-nya kemudian disetujui ada calon cawapres di bawah 40 tahun ya bisa saja Mas Gibran yang maju,” ucap Puan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (17/8).

Seperti diketahui, saat ini terdapat permohonan uji materi terhadap Pasal 169 huruf q UU Pemilu terhadap UUD 1945. Yang dimana pada pasal ini tersebutkan bahwa batas usia minimal untuk menjadi Capres/Cawapres adalah 40 Tahun.

Permohonan ynag terdaftar dengan nomor 29/PPU-XXI/2023 pada Tanggal 16 Maret 2023 dan ditambah dengan permohonan dengan nomor 55/PPU-XXI/2023 pada Tanggal 17 Mei 2023 tersebut berisikan untuk menurunkan batas minimal usia Capres dan Cawapres menjadi 35 Tahun, bahkan ada yang menginginkan sampai 25 dan 21 Tahun.

Saat ini sidang uji materi tersebut masih berjalan di MK dan menurut Ketua MK, Anwar Usman sidang perkara tersebut masih dalam tahap pembuktian.

“Masih proses, masih pembuktian di sidang berikutnya,” ucap Anwar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/8).

Anwar menambahkan jika gugatan tersebut masih belum dapat diketahui kapan akan diputuskan.

“Ya nggak bisa diprediksi kapan, insyallah, ya lihat situasi perkembangan sidang,” tambahnya. (Brt/Ab)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!