Indonesia Tak Lakukan Pengetatan Terhadap Turis Asal China
Arahbaru – Turis asal China yang ingin berkunjung ke Indonesia bisa bernafas lega. Hal ini setelah Indonesia tidak melakukan pengetatan aturan Covid-19 kepada turis dari Negeri Tirai Bambu.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut dua alasan kenapa pemerintah memberi kelonggaran terhadap turis asal China.
Alasan pertama adalah seluruh varian yang terdeteksi di Cina dan menyebabkan lonjakan corona, sudah ada di Indonesia.
Menurut Budi, varian tersebut tidak menyebabkan kasus infeksi Covid-19 di Indonesia melonjak
“Varian yang ada di Cina sebenarnya ada tiga, itu BA5.2, BA.2.75 sama BF 7,” Budi yang dilansir dari tempo.co pada Kamis (05/01/2023).
“Untuk informasi teman-teman, tiga-tiganya sudah masuk ke Indonesia, yang terakhir BF.7 masuknya 14 Juli dari Bali. Untuk yang BA5.2 dan BA.2.75 itu sudah naik tinggi. Yang BF.7 tidak ada pergerakan yang berarti,” lanjutnya.
Alasan kedua, lanjut Budi, warga Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap varian tersebut. Menkes optimis antibodi masyarakat Indonesia baik dari vaksinasi dan infeksi alamiah sudah menjadi ‘pertahanan’ kuat.
“Bahwa memang varian-varian baru itu nggak bisa menembus sistem pertahanan masyarakat kita,” pungkasnya.
Seperti diketahui, beberapa negara memperketat aturan masuk bagi turis asal China. Hal ini akibat kasus Covid-19 yang sempat melonjak tinggi.
Meskipun pemerintah China sendiri telah melonggarkan aturan terkait Covid-19, hal itu belum meyakinkan negara-negara itu untuk juga memberi kelonggaran terhadap turis asal China.
Beberapa negara yang melakukan pengetatan terhadap turis asal China adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia.
Kemudian India, Kanada, Jepang, Italia, Spanyol, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Maroko, dan Qatar. (*)
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




