Kanada Akui Negara Palestina, Travel Advisory Resmi Gunakan Sebutan “Israel dan Palestina”
Pemerintah Kanada kini secara resmi memasukkan Negara Palestina dalam situs travel advisory setelah mengumumkan pengakuan negara tersebut pada Minggu (22/9). Langkah ini dibela oleh Perdana Menteri Mark Carney sebagai keputusan yang “penting dan perlu”, namun menuai kecaman dari oposisi Konservatif yang menyebutnya sebagai tindakan “jahat.”
Dalam pidatonya di pertemuan PBB mengenai solusi dua negara, Carney menegaskan:
“Kami menawarkan kemitraan penuh untuk membangun masa depan damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel.”
Perubahan terbaru di situs resmi Travel Canada kini menampilkan daftar wilayah sebagai “Israel dan Palestina”, menggantikan istilah lama “Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.” Meski demikian, isi peringatan perjalanan tidak berubah: warga Kanada tetap diminta menghindari perjalanan yang tidak penting ke kawasan tersebut.
Dukungan Internasional untuk Negara Palestina
Pengakuan Kanada datang bersamaan dengan pengumuman serupa dari Inggris, Australia, dan Portugal pada hari Minggu. Prancis kemudian menyusul pada Senin, dengan Presiden Emmanuel Macron secara resmi mengumumkan pengakuan negara Palestina di hadapan sidang Majelis Umum PBB, yang langsung disambut tepuk tangan delegasi.
Sekjen PBB António Guterres menegaskan, “Kedaulatan Palestina adalah hak, bukan hadiah.”
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, yang tidak mendapat visa AS untuk hadir langsung, menyampaikan pidato melalui video. Ia menyerukan agar Israel kembali ke meja perundingan demi menghentikan konflik Gaza.
“Masa depan kita dan masa depan kalian ada pada perdamaian. Cukup perang dan kekerasan. Generasi kita berhak menikmati kebebasan dan keamanan,” kata Abbas.
Kebijakan Kanada dan Kontroversi Politik
Berbicara di Council on Foreign Relations, Carney menyebut keputusan ini sejalan dengan sikap lama Kanada yang mendukung solusi dua negara, meski berlawanan dengan kebijakan resmi pemerintah Israel yang menolak negara Palestina.
“Itu perlu dilakukan sekarang. Jika tidak, hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina yang dijamin hukum internasional akan terus dihapus,” jelasnya.
Namun, keputusan ini memicu perdebatan di dalam negeri. Anggota parlemen Konservatif Shuvaloy Majumdar menuding langkah Carney sebagai bentuk “penenangan terhadap terorisme modern.” Ia menilai pengakuan negara Palestina sebagai “pengkhianatan” dan bahkan “jahat.”
Majumdar menantang pemerintah untuk mempublikasikan peta resmi Palestina, lengkap dengan ibu kotanya, di situs Global Affairs Canada. Ia juga mendesak agar Palestina dimasukkan dalam daftar negara sponsor terorisme.
Menanggapi hal itu, Rob Oliphant, sekretaris parlemen Menteri Luar Negeri, menegaskan:
“Tidak ada solusi militer untuk konflik ini. Hanya solusi politik yang bisa menjamin Israel dan Palestina hidup berdampingan dengan aman.”
Syarat Pengakuan Kanada
Kanada menekankan bahwa pengakuan negara Palestina hanya berlaku jika Otoritas Palestina melakukan reformasi nyata, termasuk menggelar pemilu baru. Ottawa juga menegaskan bahwa Hamas tidak boleh terlibat dalam pemerintahan Palestina di masa depan, dan negara tersebut harus bersifat demiliterisasi sebagai bagian dari kesepakatan dua negara.
Penolakan Israel dan Respons AS
Pemerintah Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak langkah ini. Menurutnya, pengakuan negara Palestina justru dianggap sebagai “hadiah” bagi Hamas yang masih menguasai sebagian Gaza setelah serangan 7 Oktober 2023 lalu.
“Hal itu tidak akan pernah terjadi,” tegas Netanyahu.
Sementara itu, pemerintahan AS di bawah Donald Trump tetap mendukung posisi Israel. Gedung Putih menilai pengakuan negara Palestina saat ini justru menghambat upaya gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan:
“Presiden Trump menilai langkah ini hanya sebatas retorika, bukan aksi nyata untuk menghentikan perang.”
Trump dijadwalkan menyampaikan pandangannya langsung dalam pidato di Majelis Umum PBB pada Selasa.(*)
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




