Media Arahbaru
Beranda Sosial Budaya Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Ciptamulya, Dedi Mulyadi Janji Bangun Kembali

Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Ciptamulya, Dedi Mulyadi Janji Bangun Kembali

Arah Baru – Peristiwa kebakaran hebat melanda Kampung Adat Ciptamulya yang berada di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Jumlah bangunan yang terdampak terus bertambah, dari semula tercatat 50 rumah kini meningkat menjadi 70 rumah yang hangus dilalap api.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam dan mengakibatkan sekitar 420 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tidak lama setelah kejadian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran. Ia juga menyebut rumah-rumah yang musnah akibat peristiwa tersebut akan dibangun kembali oleh Pemprov Jabar.

“Karena itu merupakan kekayaan budaya yang kita miliki. dan mereka adalah masyarakat adat yang selama ini mandiri, mampu membangun kehidupan yang rukun, dan berswasembada pangan,” lanjutnya.

Selain memastikan dukungan dari pemerintah, KDM turut mengajak masyarakat Kasepuhan Ciptamulya agar tetap tenang menghadapi musibah tersebut. Ia menegaskan pemerintah akan bergerak cepat untuk menangani kondisi di lapangan sehingga situasi dapat segera kembali normal.

“Semoga abah dan seluruh warga tetap tenang, nanti dalam waktu tidak terlalu lama, kami akan segera turun dan kembali membangun Kasepuhan Ciptamulya,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di bangunan MCK. Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.

Api pertama kali diketahui oleh sejumlah anak-anak yang melihat kobaran muncul dari bangunan MCK umum di kawasan pinggir permukiman. Tiupan angin yang cukup kencang, ditambah kondisi rumah-rumah yang berdempetan dan menggunakan atap berbahan ijuk, menyebabkan api dengan cepat merembet hingga membakar leuit atau lumbung padi milik warga.

“Diduga kuat sumber api berasal dari korsleting listrik di area MCK. Karena mayoritas rumah beratap ijuk dan berdempetan, api dengan cepat merambat ke bangunan lain,” jelas Kuswan.

Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga yang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,5 miliar.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!