Sun. Apr 14th, 2024

Komentari Pertemuan Paloh-Jokowi, Politisi Nasdem : Kompetisi Boleh, Berantem Jangan

Komentari Pertemuan Paloh-Jokowi, Politisi Nasdem : Kompetisi Boleh, Berantem Jangan

Arah Baru – Politisi Partai Nasdem Muhammad Farhan memberikan komentar terhadap telah bertemunya Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/07/2023) yang menurutnya hal tersebut bernilai ajakan untuk santai dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Para negarawan ini mengajak kita untuk berkompetisi tanpa berantem. Jadi kompetisi boleh, berantem jangan. Jadi kalau pimpinan kita enggak berantem, santai aja lah,” ucap Farhan di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (20/07/2023).

Diketahui bahwa dalam dua kali Pemilu, Nasdem dan Jokowi selalu bergandengan dan baru pada Pemilu 2024 ini mereka berdua berjalan pada jalan yang berbeda yang mana hal tersebut disebabkan Nasdem sudah membangun Koalisi Perubahan Untuk Persatuan (KPP) bersama dengan PKS dan Demokrat dengan menjadikan Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres).

Disisi lain, Jokowi yang menjadi bagian dari PDIP harus memiliki kepatuhan terhadap Partai berlogo kepala banteng itu yang saat ini telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Cawapres bersama dengan PPP. Selain itu Jokowi juga diindikasikan memberikan dukungan kepada Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Selain itu, Farhan juga mengatakan jika dirinya tidak tahu menahu dengan isi obrolan antara Paloh dan Jokosi pada pertemuan tersebut, karena menurutnya hal tersebut dirahasiakan.

“Enggak diomongin, dirahasiakan. Beneran enggak tahu hasilnya, kita sih iya-iya aja lah. Enggak ada spill sama sekali,” tutur Farhan.

Terkait dengan pertanyaan Jokowi Ke Paloh mengenai sosok Cawapres Anies, Farhan menilai jika hal tersebut merupakan bentuk dari cawe-cawe dan perhatian Jokowi kepada KPP dimana hal tersebut bertujuan agar seluruh Capres memiliki visi untuk melanjutkan program-program Jokowi.

Bahkan menurut Farhan hal tersebut merupakan bentuk keingintahuan dari Jokowi terhadap sosok presiden yang akan menggantikannya kelak.

“Apakah itu bentuk cawe-cawe? Mungkin saja, apakah bentuk perhatian? Pasti. Jadi, saya melihat ke arah positif, Pak Jokowi mau memastikan baik capres jagoan ataupun tidak sama-sama punya visi yang sama untuk meneruskan berbagai program besar di Indonesia. Salah satunya proyek IKN,” ujar farhan.

“Pemimpin yang baik itu kan yang memastikan ada calon pemimpin lain yang bisa menggantikan dengan cara yang baik,” tambahnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!