Mitsubishi Fuso Sudah Kirim Lebih dari 5.500 Truk untuk Program Koperasi Desa Merah Putih
Arah Baru – Mitsubishi Fuso menjadi salah satu produsen kendaraan niaga yang terlibat dalam penyediaan armada truk bagi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga kini, ribuan unit telah dikirim sebagai bagian dari realisasi proyek tersebut.
Pabrikan ini memperoleh pesanan sebanyak 20.600 unit truk ringan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Seluruh pengadaan tersebut dijadwalkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia masih terus menyalurkan Mitsubishi Fuso Canter FE 74 HD ke jaringan dealernya untuk memenuhi kebutuhan proyek.
“Sampai saat ini saya bicara dari KTB ke dealer, sampai Juni itu 5.500 something, itu dari KTB ke dealer, karena dealer itu harus ada proses karoseri, dari barang jadi baru di-delivery ke Agrinas-nya,” kata Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT KTB di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (29/8/2026).
“Agrinas itu yang bertransaksi satu dealer yang ada di Jakarta,” ungkap dia.
Selain Mitsubishi Fuso, sejumlah merek lain juga ikut memasok kendaraan untuk program KDMP, di antaranya Isuzu, Hino, serta Foton.
Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara juga mendatangkan total 105 ribu unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. Sebanyak 35 ribu unit Scorpio Pick Up dipasok Mahindra, sedangkan 70 ribu unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.
Proyek pengadaan kendaraan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap performa penjualan Mitsubishi Fuso sepanjang tahun ini.
Mengacu pada data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Mitsubishi Fuso membukukan penjualan 17.535 unit selama semester pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat 53,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan ritel atau distribusi dari dealer ke konsumen mencapai 17.974 unit pada periode yang sama, atau tumbuh 54,4 persen secara tahunan.
“Terkait dengan total demand, benar 2026 ini total demand banyak terkontribusi dari proyek goverment, namanya Agrinas. Proyek ini ditargetkan selesai sampai Desember 2026,” ujar Aji.
“Kalau lihat data lonjakan dari 2025 ke 2026 terjadi cukup besar, itu kontribusi dari proyek itu,” jelasnya lagi.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




