Sun. Apr 14th, 2024

Ragam Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia

Arahbaru – Masyarakat Indonesia memiliki beragam tradisi menyambut bulan Ramadan. Berbeda daerah berbeda pula cara menyambut datangnya bulan suci bagi umat Islam di dunia ini.

Tradisi menyambut datangnya bulan Ramadan ini merupakan ungkapan rasa syukur dan bahagia masyarakat Indonesia menyambut datangnya bulan Ramadan.

Untuk tahun 2024 ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan permulaan bulan Ramadan berpotensi berbeda.

PP Muhammadiyah sendiri telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) masih akan melaksanakan sidang Isbat pada Minggu, 10 Maret 2024.

Meskipun berpotensi berbeda, namun diharapkan masyarakat tidak larut dalam perbedaan tersebut.

Tradisi Menyambut Bulan Ramadan

Berikut ini Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia:

1. Meugang

Tradisi Meugang dilakukan oleh masyarakat Aceh. Tradisi ini dilakukan di daerah yang berjulukSerambi Mekah sejak 1400 Masehi.

Meugang dilakukan oleh masyarakat Aceh dengan cara menyembelih kambing, kerbau, atau bahkan sapi sebelum memasuki bulan puasa.

2. Malamang

Masyarakat Minang di Sumatera Barat mempunyai tradisi Malamang atau membuat lemang, sehingga bulan sebelum puasa sering juga disebut bulan Lemang (lamang).

Lemang sendiri merupakan makanan tradisional berupa beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu yang panjang, disisipkan daun pisang, lalu dibakar.

Tradisi membuat lemang ini terkenal di beberapa daerah seperti Padang, Pariaman, Padang Pariaman, dan Painan. 

3. Munggahan

Munggahan merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sunda di Jawa Barat. Munggahan dilakukan sekitar satu atau dua hari sebelum bulan puasa.

Pada pelaksanaannya, masyarakat akan berkumpul bersama keluarga untuk mengadakan piknik di tempat wisata, makan bersama, ziarah kubur, atau membersihkan tempat ibadah.

Bahkan, pada zaman dahulu para warga terutama anak laki-laki akan pergi ke sungai untuk mandi, sebagai tanda membersihkan diri memasuki bulan suci.

4. Nyadran

Tradisi ini biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.

Mengutip Indonesia.travel, Nyadran merupakan ziarah kubur yang dilakukan secara berbondong-bondong oleh warga yang hendak mengunjungi makam keluarga mereka.

Acara ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Kenduri atau pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, doa bersama, dan ditutup dengan makan bersama sambil menggelar tikar di pinggir jalan dan menyajikan makanan tradisional.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembersihan makam dan ditutup dengan ziarah kubur. 

5. Mattunu Solong

Tradisi ini dilakukan di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Mattunu Solong  telah dilakukan secara turun temurun dengan mengharapkan keberkahan dari Sang Pencipta.

Mengutip dari detik.com, tradisi Mattunu Solong dilakukan dengan beramai-ramai menyalakan pelita (cahaya). Pelita yang telah ditempatkan pada seluruh bagian rumah, di antaranya pagar, halaman, anak tangga, pintu masuk hingga dapur.

Tradisi ini merupakan wujud ungkapan harapan kepada Tuhan yang Maha Esa agar senantiasa memberi kesehatan dan umur panjang. Sehingga tahun depan bisa kembali menunaikan ibadah puasa.

By Nasir

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!