Media Arahbaru
Beranda Sosial Budaya RSHS Bandung Tangani 10 Kasus ‘Super Flu’, Satu Pasien Meninggal karena Komorbid

RSHS Bandung Tangani 10 Kasus ‘Super Flu’, Satu Pasien Meninggal karena Komorbid

Arah Baru – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengonfirmasi telah merawat 10 pasien dengan gejala Influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai ‘super flu’. Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia lantaran memiliki riwayat penyakit penyerta yang berat.

Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung dr Yovita Hartantri menyampaikan bahwa sejak Agustus hingga November 2025 pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pasien yang dicurigai terpapar ‘super flu’. Namun, memasuki November 2025, jumlah kasus terpantau menurun.

“Dari semua sampel yang kami kerjakan dan kita periksa, kami baru dapat data di Januari ini. Nah itu ada 10 kasus yang dinyatakan Influenza A H3N2 subclade K,” katanya di Auditorium Gedung MCHC RSHS Bandung, Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi, sepuluh kasus tersebut menyerang pasien dengan rentang usia yang beragam. Di antaranya terdapat dua bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, satu pasien berusia 11 tahun, serta mayoritas pasien berusia antara 20 hingga 60 tahun.

“Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif. Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang terus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain,” ungkapnya.

“Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” imbuhnya.

Kenapa ‘Super Flu’ Fatal pada Pasien Komorbid?

Dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) menjelaskan bahwa infeksi super flu atau influenza dapat memicu peradangan yang berujung pada kambuhnya penyakit penyerta. Infeksi virus dapat memperburuk kondisi komorbid yang sebelumnya berada dalam keadaan stabil.

“Influenza memang bisa berakibat fatal pada orang yang punya komorbid. Hal ini terjadi karena rusaknya pertahanan tubuh akibat virus influenza itu dan terjadi inflamasi. Nah, inflamasi ini yang menyebabkan kambuhnya komorbid,” ujar dr Erlang yang tidak terlibat dalam penanganan pasien, Jumat (9/1/2026).

Selain penderita komorbid, kelompok lain yang perlu mendapat perhatian khusus adalah anak-anak dan lanjut usia. Anak-anak rentan karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang optimal, sedangkan lansia umumnya memiliki daya tahan tubuh rendah dan penyakit bawaan.

“Langkah pencegahan jangan sampai tertular, seperti gunakan masker, hindari kerumunan bila sakit, tinggal di rumah. Banyak konsumsi buah dan sayur, serta vaksinasi influenza, walaupun ini strain baru, tapi vaksinasi influenza mencegah penyakit tidak sampai berat bila tertular,” tandasnya.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!