Sun. Apr 14th, 2024

Universitas Pamulang, Solusi Jadi Dokter Tak Harus Bayar Ratusan Juta

By Asyam Shobir Sep 15, 2012
Universitas Pamulang (UNPAM)

Arahbaru.comPendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia dan sumberdaya alam untuk pembangunan bangsa menjadi lebih baik dan maju. Nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal karena mahalnya biaya pendidikan di Indonesia.

Padahal setiap masyarakat khususnya masyarakat indonesia berhak untuk mendapat pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah. APBN dan APBD seharusnya bisa mengcover semua hal yang terkait dengan pendidikan, sayangnya hal itu belum bisa dirasakan di Indonesia.

Universitas Pamulang telah membuktikan bahwa pendidikan di Indonesia bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah, dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau namun berkualitas. Universitas yang di pelopori oleh Darsono itu telah berkembang pesat. Untuk saat ini saja jumlah mahasiswanya telah mencapai 27.000, angka yang sangat fantastis untuk sebuah universitas yang masih belia yang baru menginjak usia 11 tahun dalam kancah dunia pendidikan.

Sementara itu Rektor Universitas Pamulang, Dayat Hidayat, saat ditemui wartawan global tangsel dalam kegiatan Propesa kemarin Sabtu, (14/09/2012) di Universitas Pamulang mendukung pendidikan murah berkualitas. Ia mengatakan, pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para anak muda bahwa pendidikan dengan biaya terjangakau dan berkualitas bisa di nikmati oleh semua masyarakat terlebih masyarakat bawah yang notabennya tidak mampu menempuh pendidikan hingga jenjang ke perguruan tinggi.

“Yang daftar tahun ini ada 11.500 yang kita terima hanya 8.500, jadi jumlah keseluruhan mahasiswa kita ada 27.800. Kuliah itu suatu hak sekaligus kewajiban yang bisa ditempuh dan bisa di nikmati di Universitas Pamulang dengan biaya yang terjangkau. Intinya kita menekankan pendidikan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah, bisa dinikmati di Universitas Pamulang ini”, kata Dayat (14/9).

Dayat juga menambahkan, kedepannya Unpam (Universitas Pamulang) akan membuka Fakultas Kedokteran yang juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, pihaknya beranggapan bahwa yang jadi dokter bukan hanya orang – orang yang mampu dan kaya tapi juga untuk yang tidak mampu bisa jadi dokter. Masalah biaya kuliah kedokteran mahal itu menurutnya hanya masalah sistem dan pengelolaan, tidak ada aturan baku bahwa pendidikan kedokteran harus mahal. seharusnya hal itu bisa diantisipasi.

“Kita akan berupaya dan berusaha. Dari pengalaman mengelola fakultas yang mahal di Universitas lain dan bisa kita upayakan dengan murah di Unpam, maka kitapun akan berupaya membuka dan mengelola fakultas kedokteran namun dengan biaya yang sangat murah. Karena pada prinsipnya pendidikan itu harusnya murah, kenapa, karena yang membuat mahal adalah sistem. Kita bisa liat di universitas A biaya pendidikan kedokteran 400 juta, unversitas B 300 juta, Universitas C 200 juta, artinyakan tidak ada ketentuan baku. Berati kalo gitu sebenarnya bisa murah.

Kenapa biaya pendidikan mahal itukan hanya karena Universitasnya sudah beken, hanya karena di masyarakat sudah tertanam bahwa biaya pendidikan kedokteran itu mahal, maka kemudian dibuatlah jadi mahal, padahal harusnya ga begitu, misal alat kedoteran bisa “digotong” rame – rame, fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan bareng – bareng. Kita punya motivasi besar, harus ada dari kalangan yang tidak mampu jadi dokter”, katanya.

Disinggung mengenai tentang tawaran pemerintah untuk menjadikan Unpam sebagai Universitas Negeri, Dayat mengatakan, selama Pemerintah tidak bisa menjadikan Universitas Negeri menjadi murah pihaknya tidak akan menerima tawaran tersebut.

“Selama Pemerintah tidak mempunyai komitmen menjadikan Sekolah Negeri murah kami tidak akan merubah unpam ini menjadi negeri. Karenakan kalo jadi Universitas Negeri malah jadi mahal bukan malah murah, sampai saat ini sekolah – sekolah dan Universitas Negeri tidak ada yang murah. Kita akan bekerja sama dengan Universitas dan Rumah sakit lain, jadi kalo untuk merubah Unpam ini menjadi Universitas Negeri itu tidak”. Katanya tegas.(*)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!