Media Arahbaru
Beranda Internasional Ancaman Keras Iran! Kapal AS di Selat Hormuz Terancam Dihantam Rudal

Ancaman Keras Iran! Kapal AS di Selat Hormuz Terancam Dihantam Rudal

Arah Baru – Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan peringatan keras bahwa Teheran siap menenggelamkan kapal-kapal militer Amerika Serikat di Selat Hormuz jika Washington tetap bersikeras mengendalikan jalur pelayaran vital tersebut.

Langkah ini muncul setelah Amerika Serikat, di bawah instruksi Presiden Donald Trump, menerapkan blokade militer di sekitar Selat Hormuz. Kebijakan tersebut diambil menyusul tindakan Iran yang lebih dulu menghentikan aktivitas pelayaran di kawasan strategis itu selama enam pekan konflik berlangsung, meski sempat diwarnai gencatan senjata selama dua minggu yang tidak stabil.

“Tuan Trump ingin menjadi polisi di Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?” kata Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Garda Revolusi Iran, yang ditunjuk sebagai penasihat militer oleh Mojtaba bulan lalu, seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2026).”Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal-rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal-rudal kami dan kami dapat menghancurkan mereka,” tegas Rezaei dalam pernyataan kepada televisi pemerintah Iran pada Rabu (15/4).Rezaei yang sejak lama dianggap sebagai tokoh garis keras Iran, bahkan di dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), mengatakan bahwa akan “hebat” jika AS melancarkan invasi darat ke Iran karena “kita akan menyandera ribuan orang dan untuk setiap sandera, kita akan mendapatkan US$ 1 miliar”.

Tanpa merinci lebih jauh, ia juga menyampaikan sikap pribadinya terkait situasi konflik yang berkembang: “Saya sama sekali tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata dan ini adalah pandangan pribadi.”

Sebagai tokoh senior militer Iran, Rezaei diketahui pernah memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam kurun waktu 1981 hingga 1997.

Di sisi lain, Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di kawasan tersebut sejak awal pekan ini sebagai bentuk tekanan agar Teheran membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz serta kembali ke meja perundingan.

Keputusan tersebut diambil setelah perundingan damai antara Washington dan Teheran yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu mengalami kegagalan. Negosiasi itu awalnya bertujuan untuk merampungkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.

Namun, sikap Iran yang tetap mempertahankan ambisi nuklirnya serta perbedaan tajam terkait program pengayaan uranium menjadi hambatan utama dalam tercapainya kesepakatan.

Pada pekan ini, militer Amerika Serikat menyatakan bahwa blokade laut yang diberlakukan telah sepenuhnya menghentikan aktivitas perdagangan keluar-masuk Iran melalui jalur laut.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!