Gejala Depresi dan Kecemasan Anak Lima Kali Lebih Tinggi Dibanding Dewasa, Kemenkes Soroti Cek Kesehatan Gratis
Arah Baru – Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan di Kementerian Kesehatan RI, Asnawi Abdullah, menyoroti bahwa anak-anak menunjukkan gejala depresi dan kecemasan jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Temuan ini berasal dari evaluasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025.
“Dari 27 juta penduduk yang diperiksa kesehatan jiwanya, gejala depresi dan gejala kecemasan pada anak remaja ini lima kali lebih besar dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia,” kata Asnawi di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (15/2/2026).
Kementerian Kesehatan mencatat 363.326 pelajar atau 4,8 persen menunjukkan gejala depresi, sementara 338.316 pelajar atau 4,4 persen menunjukkan gejala kecemasan.
Di sisi lain, gejala depresi pada orang dewasa dan lansia tercatat pada 174.579 orang atau 0,9 persen, dan 153.903 orang atau 0,8 persen mengalami gejala kecemasan.
“Dengan CKG ini kami dapat melakukan deteksi lebih awal, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut agar kesehatan pelajar terjaga hingga dewasa nantinya,” ujarnya.
Asnawi menambahkan, selama ini penyakit mental akibat stres, depresi, dan kecemasan baru teridentifikasi setelah kondisi memburuk. Kini, guru didorong untuk berperan dalam deteksi dini dan menargetkan anak yang memerlukan pemeriksaan kesehatan mental.
“Evaluasi kami pelajar ini mengalami gejala depresi karena banyak faktor. Faktor utama karena tuntutan prestasi. Jangan nanti setelah parah baru diketahui anak ini mengalami persoalan mental. Ini menjadi satu fokus dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi pelajar,” paparnya.
Sejalan dengan itu, pihak Kemenkes meningkatkan target peserta CKG pada 2026 menjadi 50 juta pelajar, naik dari 25 juta pelajar pada tahun sebelumnya.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




