Golkar Menseriusi Pembentukan Koalisi Besar Dengan Menyatukan KKIR Dan KIB
Arah Baru – Partai Golkar melalui Ketua Bapillunya Nusron Wahid mengungkapkan bahwasanya pihaknya tengah menseriusi wacana terkait dengan pembentukan koalisi besar yang diisi oleh gabungan dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Awalnya, Nusron membuat simulasi jika dua koalisi ini melebur dengan skema menjadikan Prabowo Subianto sebagai capres dari koalisi ini mengingat perlu adanya sikap kelegowoan agar koalisi besar ini dapat terbentuk.
Namun menurut Nusron jika capresnya Prabowo sebagai representasi dari KKIR, maka sebagai pembagian jatah untuk posisi Cawapres perlu diisi oleh dari KIB.
“Ya kan begini ya, kalau gagasannya itu adalah integrasi dua koalisi yaitu KIB dan KKIR, kan KKIR sudah mempunyai calon presiden yang pakem, yang tidak mau ditawar, namanya Pak Prabowo Subianto. Supaya ini (koalisi) bisa melebur, kan kita juga harus ada yang mau mengalah,” kata Nusron Wahid kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (14/06/2023).
“Oke kalau begitu presidennya dari KKIR, tapi wakil presidennya dari KIB,” tambahnya.
Nusron juga menjelaskan bahwa hingga saat ini dari pihak KIB tetap menginginkan agar Prabowo menjadi Capres dari koalisi tersebut serta dirinya memiliki kepentingan untuk menjadikan Airlangga sebagai pendamping Prabowo jika koalisi ini terbentuk.
“Ya KIB siapa (cawapresnya) biar diputus dalam KIB. Tapi tentunya karena saya orang Golkar, berkepentingan supaya KIB itu nanti yang muncul nanti nama Pak Airlangga Hartarto,” terangnya.
Wacana menjadikan Airlangga sebagai pendamping Prabowo dinilai oleh Nusron menjadi suatu hal yang wajar mengingat Airlangga merupakan Ketua Umum Partai dengan perolehan suara terbesar ketiga setelah PDIP dan Gerindra pada Pemilu 2019 lalu.
“Kenapa? Karena Airlangga merupakan Ketua Umum Golkar, dalam KIB, Golkar juga partai paling besar, wajar dong dan relevan begitu,” kata dia.
Nusron menambahkan dengan menjelaskan bahwa posisi partainya Hari ini masih fokus pada bagaimana mensukseskan peleburan dua koalisi ini sehinga nantinya bisa menjadi poros atau koalisi besar pada Pilpres 2024 nanti.
“Hari ini kita buat prioritas pertama koalisi besar dengan presiden dari KKIR, kemudian wakil presiden dari KIB. Kalau nggak terjadi ya, maka muncul poros keempat, bisa Golkar dengan PAN atau dji samsoe dan sebagainya,” jelasnya.
“Ya berbagai probability, opsi dengan PKB juga ada juga, masing-masing masih terbuka, masih cair kan sampe bulan Oktober kan, orang dulu Kiai Ma’ruf aja satu hari sebelumnya baru putus kok,” imbuhnya.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




