Media Arahbaru
Beranda Ekonomi PHK Meningkat 32% di Semester I 2025, Jawa Tengah Paling Terdampak

PHK Meningkat 32% di Semester I 2025, Jawa Tengah Paling Terdampak

Arah Baru – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan bahwa sepanjang paruh pertama tahun 2025, jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 42.385 orang.

Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 32,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 32.064 pekerja.

Data dari Satudata Kemnaker menunjukkan bahwa Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi, mencapai 10.995 orang. Disusul oleh Jawa Barat dengan 9.494 pekerja dan Banten sebanyak 4.267 pekerja yang terkena PHK.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa peningkatan angka PHK tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam perusahaan maupun kondisi eksternal.

“PHK itu karena memang industri-nya memang pasarnya sedang turun, ada industri yang berubah model bisnisnya, kemudian ada yang ada isu terkait dengan internal, hubungan industrial, dan seterusnya,” ujar Yassierli usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (22/7), seperti dilansir DetikFinance.

Kemnaker kini mulai menyusun laporan dengan rincian lebih mendalam, mencakup data per provinsi serta sektor industri yang terdampak PHK.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, mengakui bahwa total angka PHK tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, jika dilihat secara bulanan, jumlah PHK mulai menunjukkan tren penurunan. Pada Juni 2025, tercatat 1.609 pekerja yang mengalami PHK, menurun dari angka bulan Mei 2025 yang mencapai 4.702 pekerja.

“Kalau dari sisi jumlah kan lebih besar ya dibanding dengan tahun lalu, karena memang tahun ini ada momentum sekitar bulan Januari itu kan PHK yang sangat besar ya jumlah dalam satu perusahaan itu (Sritex) besar sekali, sehingga akhirnya menambah jumlah dari yang per PHK,” jelas Anwar.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengakui bahwa jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, jika dilihat per bulan, angka PHK mulai menunjukkan penurunan. Pada Juni 2025, tercatat ada 1.609 pekerja yang terkena PHK, menurun signifikan dari bulan Mei yang mencapai 4.702 pekerja.

Anwar menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab kenaikan PHK tahun ini adalah adanya PHK massal yang dilakukan oleh perusahaan Sritex.

“Kalau dari sisi jumlah kan (PHK) lebih besar dibanding dengan tahun lalu, karena memang tahun ini ada momentum sekitar Januari itu kan PHK yang sangat besar ya, jumlah dalam satu perusahaan itu (Sritex) besar sekali, sehingga akhirnya menambah jumlah dari PHK,” ujar Anwar.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!