Sun. Apr 14th, 2024

Soal Impor Beras, Kepala Bapanas Sebut Masih Tahap Penjajakan

Arah Baru – Rencana pemerintah impor beras dari Kamboja sebanyak 250 ribu ton per tahun masih dalam tahap penjajakan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan dalam tahap penjajakan ini ada prosedur yang harus dilewati.

“Masih dijajaki. Kan gini, importasi nggak langsung. Jadi MoU bagian pertama biasanya pemerintah ke pemerintah (Government to Government/G to G), setelah itu akan diikuti Business to Businessnya, itu nanti produk spesifikasi, ketersediaan mereka,” kata Arief di Kawasan DPR RI, Jakarta, Kamis (07/09/2023).

Arief menambahkan banyak dokumen hingga infrastruktur yang harus dilengkapi, sehingga tak cukup apabila dipersiapkan dalam waktu satu atau dua pekan saja.

“Apakah dia punya draft dari dermaga dia cukup untuk kapasitas berapa lebih teknis, sehingga kita nggak bisa bilang, begitu disetujui belum tentu selesai dalam satu dua minggu. Karena kan shipment-nya, kapasitas kapal, misalnya kalau Vietnam sudah bisa ngirim 50.000 kalau ini belum tentu 10.000 cukup nggak kapalnya, port-nya di mana harus dilihat,” jelasnya.

Sementara terkait harga, Arief juga mengatakan harus bisa disesuaikan dengan aturan dan kemampuan Indonesia untuk membelinya.

“Kita makanya penjajakan, artinya apabila infrastruktur cukup, harganya cocok, kan ini ada harganya nih kalau harganya di atas Thailand dan Vietnam, mau beli nggak? Ini kan perlu kesesuaian di Bulog, kan ada mekanisme bidding, artinya akan cari harga yang terbaik dengan spek yang telah ditentukan,” katanya. (*)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!