Media Arahbaru
Beranda Pemerintahan Kemenhub Siapkan 39 Bandara Baru, Total Bandar Udara Nasional Jadi 296

Kemenhub Siapkan 39 Bandara Baru, Total Bandar Udara Nasional Jadi 296

Arah Baru – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan rencana penambahan jumlah bandar udara di Indonesia sebagai bagian dari penguatan konektivitas nasional. Dari 257 bandara yang saat ini beroperasi, pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 296 bandar udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, menjelaskan pemerintah telah menetapkan 39 titik lokasi yang diproyeksikan menjadi bandara baru. Seluruh rencana tersebut telah dimasukkan ke dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional sehingga Rencana Induk Bandar Udara Nasional nantinya mencakup total 296 bandara.

Pernyataan tersebut disampaikan Lukman saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Sabtu.

Menurut Lukman, pembangunan bandar udara di Indonesia selama ini menghadapi beragam tantangan karena kondisi geografis yang sangat beragam. Bandara dibangun di kawasan rawa, lahan gambut, wilayah pesisir, daerah pegunungan, hingga pulau-pulau kecil. Meski demikian, berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui penerapan teknologi rekayasa dan inovasi konstruksi.

“Pengalaman membangun bandar udara di berbagai karakteristik wilayah telah menjadi modal yang sangat berharga bagi Indonesia. Ke depan, pembangunan bandar udara tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, serta ketahanan terhadap perubahan iklim,” kata Lukman dalam keterangannya, dikutip Senin (29/6/2026).

Komitmen Perluas Konektivitas Nasional

Lukman mengatakan rencana pembangunan jaringan 296 bandar udara merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas akses transportasi udara secara merata, termasuk menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Ia menilai Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan sistem bandar udara yang kuat dan terintegrasi untuk menghubungkan antardaerah. Selain meningkatkan konektivitas, keberadaan bandara juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor pariwisata, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan penerbangan.

Peran SDM Jadi Faktor Penting

Lukman menegaskan keberhasilan pembangunan bandar udara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga bergantung pada kontribusi tenaga ahli di berbagai bidang, mulai dari perencanaan, perancangan, konstruksi, pengawasan, hingga operasional bandara. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi sektor kebandarudaraan.

Ia juga berharap Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) semakin memperkuat perannya sebagai organisasi profesi yang mendorong peningkatan kompetensi, pengembangan inovasi, serta kolaborasi para ahli bandar udara. Selain itu, IABI juga didorong untuk mengembangkan sistem sertifikasi profesi yang memiliki pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!