Media Arahbaru
Beranda Berita Anies Kunjungi Ponpes Darul Muttaqin, Tegaskan Komitmen Keadilan untuk Masyarakat

Anies Kunjungi Ponpes Darul Muttaqin, Tegaskan Komitmen Keadilan untuk Masyarakat

Arahbaru – Bakal calon presiden Anies Baswedan berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Jalan Pendowo, Desa Jeru, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (24/05/2023).

Anies datang dengan mengenakan baju koko berwarna putih dan kain sarung berwarna cokelat.

Tiba pada sekitar pukul 15.30 WIB, Anies disambut oleh ratusan santri dan warga setempat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu hadir dalam rangka menghadiri Istigasah Qubro dalam Rangka Mendoakan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Anies menegaskan komitmen perubahan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat. Sebagai salah satu contoh, keberadaan petani di Indonesia, saat ini masih jauh dari kata keadilan.

“Keadilan, belum. Itu yang ingin kita ikhtiarkan. Jadi, kalau ditanya apa perubahan, membuat semuanya menjadi berkeadilan,” kata Anies.

Menurut Anies, para petani itu selama ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan, namun, belum mendapatkan keadilan, khususnya dari sisi pendapatan.

Petani, kata Anies, masih kesulitan untuk menjalani kehidupan. Bahkan, para petani yang ada juga kesulitan untuk menabung sehingga jauh dari kata sejahtera.

“Contoh petani. Beras itu semua dikerjakan petani, yang menanam padi, yang merawat, sampai panen, sudah puluhan tahun, apakah mereka bisa menabung. Tabungan saja tidak punya, tetapi ini kami belum bicara kesejahteraan,” katanya.

Masyarakat Indonesia selama ini, lanjut dia, melihat keberadaan petani yang tidak sejahtera merupakan hal yang dianggap biasa. Namun, sesungguhnya hal tersebut merupakan masalah menahun, yang akhirnya dianggap bukan menjadi masalah.

Permasalahan yang dihadapi para petani tersebut, kata dia, bukan hanya merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh presiden atau menteri semata. Namun, apa yang dihadapi para petani harus menjadi pekerjaan rumah seluruh masyarakat.

“Ini bukan kekeliruan presiden, menteri, ini adalah problem turun-temurun yang harus kita selesaikan. Jadi, kalau bicara seperti ini bukan mau menyalahkan satu atau dua orang, ini salah kita semua. Melihat petani dengan semua masalahnya dianggap sebagai hal yang biasa,” katanya. (*)

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!