Media Arahbaru
Beranda Berita Adem Panas Hubungan PDIP dan NasDem Usai Deklarasi Anies

Adem Panas Hubungan PDIP dan NasDem Usai Deklarasi Anies

Elite NasDem dan PDIP dalam sebuah pertemuan.

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    Arahbaru – Hubungan PDIP dan NasDem memanas usai sinyal reshuffle kabinet yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

    Hal itu bermula dari komentar Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang meminta Jokowi mengevaluasi Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pertanian.

    Seperti diketahui dua pos kementerian diisi oleh kader NasDem, Siti Nurbaya Bakar dan Syahrul Yasin Limpo.

    “Mentan dievaluasi, Menhut dievalusi, Menteri Kehutanan ya, harus dievaluasi, semua menteri juga harus dievaluasi. Supaya apa, supaya ada satu darah baru yang segar, yang bisa mendukung penuh kebijakan Pak Jokowi,” kata Djarot.

    Pada kesempatan itu, ia menyinggung soal impor beras. Menurut Djarot, Kementerian Pertanian harus dievaluasi terkait kebijakan ini.

    “Contoh saya termasuk yang prihatin ketika kita sudah di masa lalu, sudah gembar-gembor swasembada beras, ternyata kita impor beras ketika harganya naik. Justru pemerintah harus intervensi dong. Saat musim panen dan harganya baik, kemudian dihajar sama beras impor. Yang parah nanti, yang sakit petaninya,” kata Djarot.

     Pernyataan Djarot itu mendapat reaksi keras dari NasDem. Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago meminta Djarot tidak asal bicara.

    “Sebaiknya Saiful Djarot jangan asal bunyi. Karena faktanya, duan menteri NasDem yang dia minta dievaluasi adalah menteri-menteri yang punya prestasi,” kata Irma, Sabtu (24/12/2022).

    Irma menyebut prestasi Siti Nurbaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, misalnya kemampuannya dalam menekan kebakaran hutan.

    Kemudian prestasi Syahrul sebagai Menteri Pertanian yang mampu mengurangi impor beras.

     “Baca juga penghargaan apa saja yang sudah diperoleh Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian yang berkinerja baik,” jelas Irma.

    Memanas Usai Deklarasi Anies

    Hubungan panas antara PDIP dengan NasDem sejatinya sudah terasa sejak deklarasi calon presiden yang dilakukan oleh NasDem pada 3 Oktober lalu.

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kriyanto pernah menyindir partai koalis yang bergandengan mesra dengan partai oposisi. Sindirian itu ia sampaikan pada 28 Oktober 2022.

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kriyanto

    “Jangan kita tidak disiplin mengaku mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sampai akhir tahun. Tetapi bergandengan erat dengan partai-partai yang setiap hari mengkritik Pak Jokowi,” kata Hasto yang dilansir dari tempo.co.

    Hasto diketahui tidak sekali itu saja menyindir NasDem. Pada 23 Oktober, ia ketika pemerintah sibuk mempersiapkan G20 dan upaya pemulihan ekonomi, NasDem malah sibuk menggalang kekautan oposisi.

    Sindirian dari Hasto itu direspon oleh Ketua DPP NasDem Willy Aditya. Ia menyebut kelakuan Hasto menunjukkan cara berpikir yang kerdil.

    “Harusnya partai besar berpikir besar berjiwa besar. Harusnya kita mendapatkan pembelajaran yang banyak dari sosok seorang sekjen partai besar. Tapi kelakuannya kerdil, cara berpikirnya kerdil, cara bertindaknya kerdil, dan ini memprovokasi. Tidak patut dan tidak layak lah,” kata Willy pada Senin (31/10/2022).

    Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

    Join now
    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan

    error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!