Awal Ramadan 2024 Berpotensi Berbeda
Arahbaru – Permulaan awal bulan Ramadan 2024 berpotensi mengalami perbedaan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan perbedaan itu sangat mungkin terjadi.
Melansir dari kompas.tv, Koordinator Bidang Tanda Waktu BMKG Himawan Widiyanto menjelaskan, keterlihatan hilal pada Minggu (10/3/2024), bertepatan dengan 29 Syakban 1445 H, masih sangat kecil.
“Dari peta ketinggian hilal dapat dilihat bahwa keterlihatan hilal pada tanggal 10 Maret 2024 sangat kecil sekali dikarenakan ketinggiannya masih di bawah nol derajat,” ujar Himawan, Jumat (23/2/2024).
Merujuk laporan yang disusun BMKG, ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 10 Maret 2024 berkisar antara minus 0,33 derajat di Jayapura, Papua sampai 0,87 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.
Tinggi hilal merupakan besar sudut yang dinyatakan dari posisi proyeksi Bulan di horizon atau ufuk.
Himawan memprediksi 1 Ramadan 2024 menurut pemerintah akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
Sebelumnya, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1444 jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.
Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) masih akan melaksanakan sidang Isbat pada Minggu, 10 Maret 2024.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




