Media Arahbaru
Beranda Hukum Bendahara Baznas Bengkulu Selatan Jadi Tersangka Korupsi Dana Zakat

Bendahara Baznas Bengkulu Selatan Jadi Tersangka Korupsi Dana Zakat

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    Arahbaru – Bendahara Baznas Bengkulu Selatan berinisial SF ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana zakat aparatur sipil negara dengan nilai kerugian mencapai Rp1.152.705.992,71.

    SF diduga melakukan korupsi pada anggaran Zakat Infaq Sedekah (ZIS). Hal ini berdasarkan temuan Kejari Bengkulu Selatan.

    “Berdasarkan penyelidikan yang kita lakukan adalah korupsi pada ZIS yang dihasilkan dari ASN di Bengkulu Selatan serta perorangan,” kata Kajari Bengkulu Selatan Hendri Hanafi yang dikutip dari detik.com, Jumat (02/12/2022).

    Adapun dana yang dikorupsi, Hendri menjelaskan dana tersebut merupakan kewajiban zakat ASN di Bengkulu Selatan tahun 2019 dan 2020.

    Selain itu, Hendri menjelaskan penyidik juga menemukan fakta adanya mark-up anggaran dalam pengadaan bantuan. Pengadaan itu ditujukan untuk kegiatan usaha dan modal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan.

    Penyidik, lanjut Hendri, juga menemukan bantuan fakir miskin yang disalurkan bertentangan dengan prinsip pengelolaan zakat sebagaimana ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2011.

    “Kita juga menemukan fakta adanya uang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh pengelola. Sehingga berdasarkan hasil audit kerugian negara mencapai 1.152.705.992. Oleh karena itu, berdasarkan alat bukti penyidik, SF ditetapkan jadi tersangka,” lanjut Hendri.

    Tanggapan Baznas

    Menanggapi kasus yang menimpa SF, Wakil Ketua Baznas RI Mo Mahdum menegaskan pihaknya tidak akan memberikan perlindungan hukum terhadap SF.

    Ia menyatakan Baznas RI mendukung  sepenuhnya penegakan hukum terhadap penyelewangan dana ZIS.

    “Baznas sepenuhnya mendukung proses penegakan bukum terhadap penyelewengan dana ZIS, yang telah menodai nilai dan prinsip Baznas seluruh Indonesia. Baznas bersikap tegas dan tidak menolerir adanya tindakan penyelewengan dana tersebut,” kata Mahdum melalui keterangan tertulis pada Sabtu (03/12/2022).

    Mahdum menyampaikan dalam mengeola zakat, Baznas memegang tiga prinsip, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

    “Agar tidak terjadi fitnah, maka kasus ini harus diselesaikan secara tuntutas dan transparan,” tegas Mahdum.

    Lebih lanjut, Mahdum berharap kasus yang menimpa SF tidak mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Baznas.

    Ia memastikan pengelolaan dana umat zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta tepat sasaran.

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan

    error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!