Media Arahbaru
Beranda Internasional Iran Disebut Tutup Kembali Selat Hormuz Usai Israel Serang Lebanon, Gedung Putih Bantah Laporan Tersebut

Iran Disebut Tutup Kembali Selat Hormuz Usai Israel Serang Lebanon, Gedung Putih Bantah Laporan Tersebut

Arah Baru – Otoritas Iran disebut kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/4) waktu setempat, menyusul serangan militer Israel di Lebanon yang menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran. Informasi tersebut disampaikan oleh media pemerintah Iran, Fars.

Meski demikian, dua kapal tanker dilaporkan tetap berhasil melintasi jalur tersebut. Berdasarkan data MarineTraffic, selat ini merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Kapal berbendera Yunani, NJ Earth, serta kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, tercatat berhasil melewati perairan tersebut. Keduanya menjadi kapal pertama yang melintas sejak diumumkannya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Penutupan Selat Hormuz ini bertepatan dengan operasi militer Israel di Lebanon pada hari yang sama, yang dilaporkan menewaskan ratusan orang.

Dilansir The Hill, Kamis (9/4/2026), saat dimintai tanggapan terkait laporan tersebut, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut informasi dari kantor berita Fars tidak benar.

“Presiden telah mengetahui laporan tersebut sebelum saya naik ke podium, itu sama sekali tidak dapat diterima dan sekali lagi, ini adalah kasus di mana apa yang mereka katakan secara publik berbeda dengan apa yang mereka katakan secara pribadi,” kata Leavitt kepada wartawan. “Kita telah melihat peningkatan lalu lintas di selat hari ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, setelah sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar jika Selat Hormuz tidak dibuka.

“Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih — gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada hari Rabu di platform media sosial X.

“Dunia melihat pembantaian di Lebanon,” kata Araghchi. “Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya,” cetusnya.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!